Pemkab Sleman Antisipasi Praktik Penimbunan Barang Jelang Lebaran
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, berharap distribusi bahan pangan tetap merata di seluruh wilayah, sehingga tidak terjadi penumpukan di titik tertentu.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meminta OPD dan Satgas Pangan di Sleman memperkuat pengawasan di lapangan untuk mengantisipasi praktik penimbunan barang.
- Pemkab Sleman juga mengimbau pelaku usaha tidak menaikkan harga yang tidak wajar menjelang momen hari raya.
- Masyarakat Sleman diimbau berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, tanpa memborong atau melakukan panic buying.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan bahwa pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri merupakan tugas negara yang sangat strategis.
Karenanya, ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satgas Pangan di Sleman memperkuat pengawasan di lapangan untuk mengantisipasi praktik penimbunan barang yang sengaja dilakukan menjelang momen hari raya.
Ia berharap distribusi bahan pangan tetap merata di seluruh wilayah, sehingga tidak terjadi penumpukan di titik tertentu.
"Saya minta operasi pasar atau pasar murah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Pastikan ketersediaan stok pangan baik di pasar tradisional maupun ritel modern," kata Harda saat mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman, Selasa (24/2/2026).
Agenda ini dilaksanakan untuk menyepakati langkah konkret dalam menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi dan evaluasi untuk merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Harda mengimbau para pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
Serta, mengajak masyarakat Sleman untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, tanpa memborong atau melakukan panic buying.
• Menu Kering MBG Bulan Ramadhan, Orang Tua di Sleman Minta Lebih Banyak Buah
Inflasi Tahunan
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman, Heri Setyawati, mengungkapkan bahwa tingkat inflasi tahunan DIY pada Februari 2026 berada pada 3,30 persen.
Sedangkan Indeks Perubahan Harga (IPH) khusus di Kabupaten Sleman pada minggu ketiga Februari tercatat sebesar 3,39 persen.
Adanya kenaikan tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan strategis.
Antara lain cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam yang harganya naik seiring meningkatnya permintaan pasar.
Karena itu, perlu ada upaya menjamin stabilitas harga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga hingga hari raya nanti.
"Kami terus memantau dinamika harga komoditas tersebut. High Level Meeting ini menjadi media penguatan sinergi agar kita bisa menyepakati langkah konkret secara cepat apabila terjadi gejolak harga di pasar," ujar dia. (*)
| Laga Panas di Banjarmasin, PSS Sleman Siap Hadapi Tekanan Barito Putera |
|
|---|
| Hujan Deras Disertai Angin di Sleman: Talud Longsor dan Rumah Warga di Gamping Tergenang Air |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran Paskibraka Sleman: Rp1,8 Miliar Dipangkas Jadi Rp682 Juta |
|
|---|
| Anggaran Paskibraka 2026 Sleman Kena Pangkas Lebih dari Rp 1 Miliar, Formasi 45 Ditiadakan |
|
|---|
| BNNK Sleman Pantau Peredaran Narkotika dalam Vape, 5 Sampel Dikirim ke Bogor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Harda-Kiswaya-antisipasi-praktik-penimbunan-jelang-Lebaran.jpg)