Potensi Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogya Buka Opsi Perpanjang Status Siaga Bencana Sampai Maret 2026
Petrus Singgih Purnomo, berujar, perpanjangan status siaga bencana bisa ditempuh mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membuka opsi perpanjangan status siaga bencana hidrometeorologi hingga Maret 2026.
Sebagai informasi, sampai sejauh ini, status tersebut masih diterapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta sampai penghujung Februari 2026.
Potensi cuaca ekstrem
Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, berujar, perpanjangan status siaga bencana bisa ditempuh mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Sebagai informasi, sejumlah dampak cuaca ekstrem pun masih dirasakan warga masyarakat di Kota Yogyakarta setidaknya hingga Rabu (18/2/26) lalu.
"Kita masih menunggu arahan dari BMKG. Kalau sudah keluar, nanti akan kami konsepkan perpanjangan. Memang rencananya akan diperpanjang di bulan Maret 2026," katanya, Jumat (20/2/26).
"Jadi, kalau (intensitas cuaca) masih menengah tinggi tentu akan kita perpanjang. Apalagi, provinsi juga sudah menetapkan sampai 19 Maret," urai Singgih.
Langkah kesiapsiagaan
BPBD Kota Yogyakarta sudah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan sejak awal musim hujan, antara lain, surat edaran kewaspadaan kepada masyarakat, dan apel kesiapsiagaan lintas instansi.
Kemudian, penyebaran informasi cuaca melalui grup WhatsApp relawan dan warga, hingga pengecekan peralatan, khususnya sistem peringatan dini banjir (EWS) di sungai besar di Kota Yogyakarta.
"Informasi prakiraan cuaca harian dari BMKG juga rutin diteruskan kepada relawan, puskesmas, kampung tangguh bencana, hingga ke masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Singgih mengimbau supaya warga tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan potensi banjir hingga akhir musim penghujan.
Saat ini, BPBD Kota Yogyakarta turut berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan lintas sektor untuk penanganan pohon berpotensi tumbang.
"Biasanya dampak angin kencang itu pohon tumbang, atap rusak, bahkan bisa menimpa orang di jalan. Karena itu, update cuaca selalu kami teruskan ke masyarakat agar bisa mengantisipasi," pungkasnya. (aka)
| Jemaah Haji Kloter 1 YIA Mulai Kumpulkan Koper, Berangkat Selasa Malam |
|
|---|
| Warga Sleman Keluhkan Kenaikan LPG Nonsubsidi: Pemerintah Maunya Apa Sih? |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Bakal 'Lenyapkan' Kabel Udara, Siapkan Skema Ducting di 4 Zona Utama |
|
|---|
| Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Dipindah ke Bali, Ini Sikap Kelompok Suporter The Maident |
|
|---|
| The Maident Suporter PSIM Yogyakarta Hormati Pemindahan Laga, Minta Maaf ke Jakmania |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Terdampak-Hujan-Deras-dan-Angin-Kencang-Atap-Bengkel-Cat-di-Wirobrajan-Jogja-Ambrol.jpg)