Masuk Awal Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah di Kota Yogya Melejit hingga Rp84 Ribu Per Kg
Kepala Disdag Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menyampaikan, beberapa komoditas memang mengalami fluktuasi harga.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Kepala Disdag Kota Yogyakarta mengatakan beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga
- Kenaikan cukup signifikan terutama pada harga Cabai rawit merah yang kini berada di kisaran Rp84.000 per kilogram
- Meski tren harga mulai merangkak naik, Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan stok pangan masih berada dalam zona aman.
TRIBUNJOGJA.COM - Tren kenaikan harga sejumlah bahan pangan pokok mulai membayangi masyarakat Kota Yogyakarta di awal bulan suci Ramadan 2026.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang belakangan tampak semakin pedas.
Harga cabai rawit naik
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menyampaikan, beberapa komoditas memang mengalami fluktuasi harga.
Misalnya, cabai rawit merah yang kini berada di kisaran Rp84.000 per kilogram, lalu daging ayam ras merangkak ke angka Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam ras dibanderol Rp30.000 per kilogram.
Sementara, ikan bandeng terpantau naik menjadi Rp45.000 per kilogram, serta ikan tongkol menyentuh Rp46.000 per kilogram, yang dipicu oleh momentum perayaan Imlek beberapa waktu lalu.
Stok bahan pokok aman
Meski tren harga mulai merangkak naik, Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan, bahwa ketersediaan stok pangan masih berada dalam zona aman.
"Untuk ketahanan pangan kita berada di rentang waktu satu setengah sampai dua bulan ke depan, itu masih aman," katanya, Jumat (20/2/26).
Pihaknya memprediksi, khusus untuk cabai merah keriting, potensi kenaikan harga masih akan terjadi saat mendekati hari-hari terakhir bulan puasa seiring tingginya kebutuhan masyarakat untuk memasak hidangan Lebaran.
Kondisi serupa juga diwaspadai pada komoditas daging ayam yang biasanya mengalami lonjakan harga cukup signifikan pada kisaran tiga hari menjelang Idulfitri.
"Tentunya, kami mewaspadai itu. Tetapi, sudah kami kondisikan di lapangan dan komunikasi dengan teman-teman di sana (pemasok) untuk menjaga ketersediaannya," tandasnya.
Antisipasi
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Yogyakarta bersama jajaran Bulog dan Bank Indonesia terus menggencarkan berbagai intervensi.
Mulai dari penyaluran beras SPHP hingga pasar murah yang digelar di 14 kemantren sepanjang 6-27 Februari 2026, serta oerasional rutin Kios Segoro Amarto di pasar-pasar besar.
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Yogyakarta, Sri Riswanti, berujar, pemantauan stok dilakukan setiap minggu bersama Polda DIY, dan Bapanas ke pasar rakyat maupun distributor.
Ia menekankan, kenaikan harga yang terjadi saat ini masih dalam batas acuan pemerintah, sehinggga warga masyarakat diimbau tetap bijak mengatur pola konsumsi selama Ramadan.
| Kembali Pimpin DPC PKB Kota Yogyakarta, Solihul Hadi Patok Target 5 Kursi Legislatif di Pileg 2029 |
|
|---|
| Keroncong Plesiran Bakal Digelar pada 13-14 Juni 2026 di Candi Prambanan |
|
|---|
| Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional, Trah Sri Sultan HB II Siap Tarung Bukti di Sidang MK |
|
|---|
| Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Kamis 11 Juni 2026 Siang |
|
|---|
| Pengguna KA Bandara YIA Meningkat Setiap Tahun: Total 1,13 Juta Penumpang pada Januari-Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cabai-rawit-merah.jpg)