Tiga Warga Bantul Luka-luka Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang
Dampak bencana hujan disertai angin kencang di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Rabu (18/2/2026) lalu, menyebabkan puluhan pohon tumbang
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:Kabid Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan, di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan; Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul; dan Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan; masing-masing terdapat satu orang yang mengalami luka dikarenakan tertimpa atap, genteng rumah, maupun bangunan.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dampak bencana hujan disertai angin kencang yang berlangsung di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Rabu (18/2/2026) lalu, menyebabkan puluhan pohon tumbang dan menimpa sejumlah bangunan. Akibatnya, tiga warga Bantul mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan, di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan; Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul; dan Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan; masing-masing terdapat satu orang yang mengalami luka dikarenakan tertimpa atap, genteng rumah, maupun bangunan.
"Sebagai contoh hujan lebat disertai angin kencang di Kalurahan Potorono menyebabkan satu bangunan semi permanen roboh dan menimpa seorang warga dan dua unit sepeda motor, sehingga yang bersangkutan mengalami luka-luka," katanya saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Kamis (19/2/2026).
Disampaikannya, masing-masing orang itu telah dilarikan ke rumah sakit terkait untuk mendapatkan penanganan kesehatan.
Sayangnya, ia tidak menjabarkan detail kondisi korban tersebut.
71 pohon tumbang
Akan tetapi, sejauh ini untuk dampak hujan disertai angin kencang kemarin, menimbulkan sekitar 71 pohon tumbang di 15 kapanewon yakni Kasihan, Sewon, Bantul, Sanden, Pleret, Jetis, Sedayu, Kretek, Imogiri, Banguntapan, Pandak, Srandakan, Dlingo, Pajangan, dan Piyungan.
Kemudian, terdapat pula tujuh kejadian angin kencang yang tersebar di Kapanewon Piyungan, Pajangan, Kasihan, Banguntapan, dan Bantul.
Adampula dua kejadian gerakan tanah di Kapanewon Piyungan dan lima kejadian banjir di Kapanewon Piyungan.
"Untuk obyek yang terdampak berupa 24 akses jalan, 36 rumah, tiga kandang ternak, satu fasilitas pendidikan, dua kendaraan, dan lain sebagainya," jelas Antoni.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tidak ada warga yang mengungsi dari kejadian itu. Begitu pula dengan kondisi banjir dikarenakan luapan air sungai cepat surut, sehingga tidak ada warga yang mengungsi.
Jaminan perawatan bagi korban
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bantul sekaligus Ex Officio Kepala BPBD Bantul, Agus Budi Raharja, menyampaikan, belum mendapat detail korban bencana hidrometeorologi tersebut.
Namun, pihaknya akan memberikan jaminan perawatan tiga korban luka.
"Kami masih menunggu update dari BPBD dan Dinas Kesehatan, termasuk detail kerusakan dan yang lain-lain. Karena, hidrometeorologi kemarin siang itu juga luar biasa. Bahkan di fasilitas publik dan kantor kita itu terjadi kebocoran yang cukup untuk diidentifikasi dan diperbaiki," katanya.
Agus menyampaikan, bahwa banyaknya dampak hujan disertai angin kencang kemarin ini, sehingga BPBD Bantul baru berfokus untuk pembersihan reruntuhan yang mengganggu akses layanan publik, terutama di jalan-jalan. Dengan begitu, penanganan tersebut masih dilanjutkan pada hari ini.
"Kemarin ini, kasus yang paling banyak terjadi itu di Kapanewon Sewon dan Kasihan. Kemudian, Kapanewon Bantul, Pajangan, dan seterusnya. Dan korban luka itu kan dampak dari angin kencang, sehingga ada yang kejatuhan pohon dan mungkin karena rumahnya juga terdampak kemudian jadi korban," tandas dia.
| Terungkap Peran 8 Tersangka dan Rentetan Penyiksaan terhadap Pelajar Ilham, Polisi Janji Usut Tuntas |
|
|---|
| Pembangunan Tahap I Taman Budaya Bantul Dimulai |
|
|---|
| Nelayan Bantul Berharap Program Kampung Nelayan Merah Putih Segera Diserahterimakan |
|
|---|
| Penganiayaan Brutal Ilham Dwi Saputra Direkonstruksi, Situasi Mencekam |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Dua Jasad oleh Pemancing di Sungai Bedog Bantul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekda-Pemerintah-Kabupaten-Bantul-sekaligus-Ex-Officio-Kepala-BPBD-Bantul-Agus-Budi-Raharja.jpg)