Libur Panjang Imlek, Kunjungan Wisatawan di Bantul Meningkat 66 Persen

Selama libur panjang kemarin, ada 30.182 wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata pantai selatan Bantul dan Goa Selarong

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
WISATA BANTUL: Foto dok ilustrasi. Sejumlah wisatawan sedang mengunjungi Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul pada Selasa (18/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Libur panjang Imlek 2026 mendongkrak kunjungan wisatawan dan okupansi atau daya inap hotel di Kabupaten Bantul
  • Selama libur panjang, ada 30.182 wisatawan mengunjungi kawasan wisata pantai selatan Bantul dan Goa Selarong
  • Data PHRI Bantul. rata-rata okupansi hotel selama momen libur panjang sekitar 50-60 persen.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Momen libur panjang Imlek 2026, berhasil mendongkrak kunjungan wisatawan dan okupansi atau daya inap hotel di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, merasa senang sebab selama libur panjang Imlek 2026, tingkat kunjungan wisatawan tergolong bagus.

"Selama libur panjang kemarin, ada 30.182 wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata pantai selatan Bantul dan Goa Selarong," katanya, Rabu (18/2/2026).

Data kunjungan

Ia pun menyampaikan data kunjungan wisatawan secara rinci. Pada Jumat (13/2/2026) terdapat 2.612 wisatawan dan Sabtu (14/2/2026) terdapat 5.778 wisatawan. 

Kemudian, kunjungan wisatawan mengalami peningkatan drastis mencapai 10.516 wisatawan, dikarenakan terdapat puncak event Coast To Coast Night Trail Ultra Bantul di Laguna View Depok.

Pada hari libur cuti Imlek selanjutnya yakni Senin (16/2/2026), kunjungan wisatawan di Bumi Projotamansari mencapai 5.567 orang dan Selasa (17/2/2026) hingga pukul 19.00 WIB terdapat 5.709 wisatawan.

"Sedangkan, untuk jumlah wisatawan hari yang sama pada seminggu yang lalu berjumlah 18.159 wisatawan. Artinya, kunjungan wisatawan selama libur panjang Imlek naik 66 persen," tuturnya.

Lonjakan okupansi hotel

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo, berujar, rata-rata okupansi hotel selama momen libur panjang kemarin, sekitar 50-60 persen.

"Memang sempat terjadi lonjakan cukup tinggi okupansi hotel pada saat awal-awal atau hari Jumat-Sabtu. Akan tetapi, pada Minggu ke Senin sudah landai kembali," katanya.

Kondisi itu terjadi dimungkinkan karena adanya pelaksanaan ibadah puasa Ramadan yang dilakukan oleh umat Muslim dan Rabu Abu atau Pra Paskah bagi umat Kristiani.

"Jadi, ya pasti akan ada kebutuhan-kebutuhan tertentu. Dengan masa-masa seperti itu, jadi memang untuk umum atau mayoritas Muslim tentu akan menahan untuk mengeluarkan biaya pada libur Imlek. Apalagi, ketika menjelang Hari Raya Ramadan, mereka (umat Muslim) akan  spend money lebih tinggi untuk mudik atau berkunjung ke saudara-saudaranya," tuturnya.

Di sisi lain, ia menilai bahwa kondisi okupansi hotel itu tergolong rendah atau mengalami penurunan sekitar lima sampai tujuh persen dibandingkan momen yang sama pada tahun lalu. Sebab, tahun lalu tidak ada isu-isu tertentu, sehingga spend money wisatawan lebih tinggi dibandingkan tahun 2026.

"Harapannya jelas. Pada bulan Ramadan ini, semoga pendapatan atau omzet restoran di Kabupaten Bantul bisa meningkat ya. Dengan peningkatan pendapatan bisa kembali lagi kepada SDM yang ada di properti atau perusahaan masing-masing," tandasnya.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved