Program MBG di DIY Tetap Lanjut Selama Ramadan, Menu Disajikan dalam Bentuk Makanan Kemasan Sehat

Skenario penyaluran MBG di DIY selama bulan puasa tidak akan diliburkan, melainkan mengalami penyesuaian teknis di lapangan. 

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman. 
Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah DIY tetap berlanjut selama bulan Ramadan 1447 H/ 2026 dengan beberapa penyesuaian
  • Distribusi makanan akan disesuaikan dalam bentuk kemasan sehat yang memungkinkan sekolah mengemasnya sebagai sarana buka puasa para siswa.
  • Menu MBG siap santap dialihkan menjadi makanan kemasan sehat yang memiliki masa simpan lebih lama. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026.

Mengacu pada regulasi terbaru, distribusi makanan akan disesuaikan dalam bentuk kemasan sehat yang memungkinkan sekolah mengemasnya sebagai sarana buka puasa para siswa.

Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menyatakan bahwa skenario penyaluran MBG selama bulan puasa tidak akan diliburkan, melainkan mengalami penyesuaian teknis di lapangan. 

Hal ini merujuk pada Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelayanan program MBG pada periode Ramadan dan Idul Fitri.

"Skenario yang kemarin tetap ada dari SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi). Itu biasanya nanti akan ada koordinasi antara pihak sekolah dengan SPPG. Ada, tetap diberikan," ujar Suhirman, Rabu (18/2/2026).

Penyesuaian Menu MBG

Sesuai dengan SE Nomor 3 Tahun 2026, bagi wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, menu MBG siap santap dialihkan menjadi makanan kemasan sehat yang memiliki masa simpan lebih lama. 

Hal ini bertujuan agar bantuan gizi tersebut tetap dapat dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

Terkait pengawasan kualitas gizi dan higienitas, Suhirman menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan setiap paket yang diterima siswa memenuhi standar yang ditetapkan.

"Kami memantau ke sekolah-sekolah. Ada beberapa laporan dan teman-teman kami juga melakukan monitoring ke sekolah. Bahkan kemarin ada permintaan, misalnya untuk kegiatan buka puasa bersama, apakah bisa (menggunakan MBG)? Kalau misalnya sekolah mau mengadakan itu, koordinasi saja dengan SPPG. Karena itu sudah menjadi kewenangannya SPPG, kami biasanya sebatas melakukan monitoring saja," jelas Suhirman.

Baca juga: Aturan Jam Operasional Tempat Hiburan Malam hingga Karaoke di Yogyakarta dan Sleman Selama Ramadan

Mekanisme Penyaluran 

Selain mengatur mekanisme buka puasa, Disdikpora DIY juga menaruh perhatian pada sekolah-sekolah dengan populasi siswa nonmuslim.

Penyaluran MBG di sekolah tersebut akan didasarkan pada pendataan kebutuhan riil di lapangan guna menghormati keberagaman dan toleransi antarumat beragama.

Suhirman menekankan pentingnya pendataan oleh pihak sekolah agar distribusi tetap sasaran dan tidak mengganggu kekhusyukan siswa yang sedang berpuasa.

"Ya, nanti didata. Apakah siswanya meminta untuk langsung dimakan di situ, atau bisa disamakan dengan kebijakan dari sekolah muslim untuk menghormati yang berpuasa. Nanti didata sesuai keinginan dari sekolah. Tapi kalau kami, inginnya ya tetap saling menghormati teman-teman yang sedang berpuasa di sekolah," katanya.

Mengenai waktu pendistribusian, makanan kemasan tersebut direncanakan tetap diserahkan kepada siswa pada siang hari atau saat jam operasional sekolah berlangsung.

Hal ini dilakukan agar siswa dapat membawa pulang paket tersebut atau menyimpannya untuk dikonsumsi bersama di sekolah saat azan Magrib.

"Iya, (makanan) kemasan yang bisa digunakan untuk buka puasa. Untuk hal itu (waktu pembagian), nanti silakan dikoordinasikan antara pihak sekolah dengan SPPG," tambah Suhirman.

Kebijakan BGN

Dilansir Tribunjogja.com dari laman resmi Badan Gizi Nasional (BGN), penyesuaian jadwal dan skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk periode Februari hingga Maret 2026 mengalami penyesuaian. 

Langkah ini diambil guna menyelaraskan distribusi dengan hari libur nasional serta pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
 
Berdasarkan kebijakan terbaru, distribusi MBG dihentikan sementara selama libur Tahun Baru Imlek pada 16-17 Februari dan berlanjut pada periode awal Ramadan, yakni 18-22 Februari 2026.

Layanan akan kembali beroperasi secara normal pada Senin, 23 Februari 2026.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa penyesuaian ini telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah serta Libur Tahun Baru Imlek 2026.

"Penyesuaian pelayanan MBG pada periode hari libur dan cuti bersama dimaksud bersifat sementara dan tidak mengubah petunjuk teknis secara permanen. Setelah periode libur berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku," ujar Dadan.

Kepala BGN RI, Dadan Hindaya, saat berkunjung ke dapur SPPG Muhammadiyah, Selasa (15/7/2025)
Kepala BGN RI, Dadan Hindaya, saat berkunjung ke dapur SPPG Muhammadiyah, Selasa (15/7/2025) (Dok.Istimewa)

Dua Skema Distribusi

Selama bulan puasa, BGN menerapkan dua skema distribusi yang berbeda berdasarkan profil penerima manfaat di setiap wilayah.

Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, menu siap santap akan tetap dibagikan sesuai jadwal normal.

Namun, bagi wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, menu MBG akan dialihkan menjadi makanan kemasan sehat.

Perubahan ini dimaksudkan agar bantuan gizi tetap relevan dan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka atau sahur.

"Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat," kata Dadan.

Selain periode awal Ramadan, BGN juga menjadwalkan penghentian distribusi sementara saat libur dan cuti bersama Idul Fitri pada 18-24 Maret 2026. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sasaran, baik peserta didik maupun nonpeserta didik.

Sebagai bentuk kompensasi atas hari libur tersebut, pemerintah akan mendistribusikan bantuan lebih awal melalui mekanisme paket bundling kemasan sehat. Pendistribusian serentak akan dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026.

Dadan memerinci, setiap penerima akan mendapatkan satu paket makanan kemasan sehat untuk hari tersebut, ditambah tiga paket bundling untuk alokasi konsumsi hari Rabu hingga Jumat (18-20 Maret 2026).

Dadan menekankan bahwa batas maksimal ketahanan makanan yang diterima dalam paket tersebut adalah tiga hari.

Terkait hal ini, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di setiap wilayah memiliki tanggung jawab tambahan untuk memberikan edukasi kepada penerima manfaat.

"SPPG wajib menyampaikan edukasi singkat mengenai cara penyimpanan dan konsumsi bertahap paket bundling maksimal tiga hari, serta penegasan bahwa paket adalah khusus untuk sasaran penerima manfaat MBG," papar Dadan. 

Program Unggulan Prabowo-Gibran

Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 2025.

Tujuan dari program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran ini adalah untuk meningkatkan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil/menyusui guna menekan angka stunting dan mendukung Indonesia Emas 2045.

Program ini menyasar jutaan penerima manfaat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di antaranya adalah siswa PAUD hingga SMA/SMK, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

( tribunjogja.com/han)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved