Dampak Cuaca Ekstrem di DIY: Longsor Tutup Akses di Gunungkidul, Angin Kencang Terjang Pakem Sleman
Cuaca ekstrem memicu bencana hidrometeorologi di dua kabupaten, yakni Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman, Selasa (17/2/2026)
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem memicu bencana hidrometeorologi di dua kabupaten, yakni Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman, Selasa (17/2/2026)
- Dilaporkan, peristiwa tersebut mengakibatkan tanah longsor, banjir sertaan hingga kerusakan atap rumah warga.
- Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, mengonfirmasi bahwa dampak cuaca ekstrem tersebut tersebar di beberapa titik.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (17/2/2026) sore kemarin.
Peristiwa ini memicu bencana hidrometeorologi di dua kabupaten, yakni Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman.
Dilaporkan, peristiwa tersebut mengakibatkan tanah longsor, banjir sertaan hingga kerusakan atap rumah warga.
Berdasarkan Laporan Kejadian Hidrometeorologi yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD DIY, hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 14.15 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Konsentrasi hujan terpantau melanda wilayah Kabupaten Sleman bagian utara dan timur, serta wilayah Kabupaten Gunungkidul.
”Hujan intensitas sedang hingga intensitas lebat terjadi di wilayah Sleman bagian utara dan timur, serta Kabupaten Gunungkidul pada pukul 14.15 WIB sampai sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan lebat tersebut menyebabkan beberapa dampak di beberapa wilayah. Menurut pantauan TRC BPBD DIY dan Pusdalops Se-DIY, tercatat kejadian tanah longsor di dua kapanewon di Gunungkidul, yakni Ngawen dan Semin, yang tersebar di dua titik lokasi. Dampaknya berupa tanah longsor, banjir sertaan, serta berdampak pada rumah warga, motor, dan akses jalan, di mana sampai saat ini jumlahnya masih dalam perhitungan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, dalam laporannya, Selasa malam.
Baca juga: Laporan Dampak Cuaca Ekstrem di Wilayah DIY, Berikut Rincian Data BPBD
Dampak Cuaca Ekstrem di Gunungkidul
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, mengonfirmasi bahwa dampak cuaca ekstrem tersebut tersebar di beberapa titik.
Di Kabupaten Gunungkidul, kejadian menonjol berupa tanah longsor tercatat di Kapanewon Ngawen dan Kapanewon Semin.
Hingga laporan pemutakhiran data pukul 20.00 WIB, BPBD DIY bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan gabungan masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak.
Selain material longsor yang menutup akses, banjir sertaan dilaporkan turut membawa dampak pada kendaraan bermotor dan hunian warga.
Meskipun rincian jumlah kerugian materiil masih dalam proses penghitungan, tim di lapangan memastikan penanganan awal telah dilakukan.
Dampak di Sleman
Sementara di Kabupaten Sleman, angin kencang melanda Kapanewon Pakem.
Sementara itu, di Kabupaten Sleman, cuaca ekstrem berfokus di Kapanewon Pakem.
Angin kencang yang menyertai hujan mengakibatkan kerusakan pada bagian atap permukiman penduduk.
| Ajang Tari Colour Dance 2026 Hadir di Waterboom Jogja, Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah |
|
|---|
| Road to MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan di Sepanjang Jalur Marathon |
|
|---|
| Penitipan Bayi Tanpa Izin di Pakem Sleman, DP3AP2 DIY Pastikan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak |
|
|---|
| Alasan Para Ortu Bayi Titipkan Buah Hatinya ke Bidan ORP: Sibuk Kerja, Masih Mahasiswa, Belum Nikah |
|
|---|
| Sikapi Evakuasi 11 Bayi di Pakem, Bupati Sleman Janji Perketat Tata Kelola Pengasuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hujan-Angin-Landa-SlemanLongsor-dan-Pohon-Tumbang-Timpa-Rumah-di-Prambanan.jpg)