MUI Kulon Progo Imbau Masjid Tak Gunakan Pengeras Suara Secara Berlebihan selama Ramadan

Ketua MUI Kulon Progo, Muhammad Jumarin mengatakan salah satu imbauan yang diberikan adalah terkait penggunaan pengeras suara di masjid.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
IMBAUAN MUI: (Ilustrasi) Salah satu masjid yang berada di Kapanewon Wates, Kulon Progo, Selasa (17/02/2026). MUI Kulon Progo mengimbau agar pengeras suara masjid tak digunakan secara berlebihan selama Ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua MUI Kulon Progo, Muhammad Jumarin mengimbau penggunaan pengeras suara di masjid harus bisa dikendalikan, jangan berlebihan selama Ramadan
  • MUI juga mengimbau ke seluruh masjid serta tokoh agama agar memberikan materi yang tidak kontroversial dan tidak provokatif

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kulon Progo turut memberikan imbauan ke masyarakat, terutama umat Muslim yang akan menjalani Ibadah Puasa di Bulan Ramadan. Imbauan diberikan demi menjaga kenyamanan selama beribadah.

Kendalikan pengeras suara

Ketua MUI Kulon Progo, Muhammad Jumarin mengatakan salah satu imbauan yang diberikan adalah terkait penggunaan pengeras suara di masjid.

"Penggunaan pengeras suara harus bisa dikendalikan, jangan berlebihan selama Ramadan," kata Jumarin dihubungi pada Selasa (17/02/2026).

Ia mencontohkan pengeras suara yang terkadang masih dinyalakan hingga tengah malam. Menurutnya, hal itu akan mengganggu kenyamanan masyarakat yang hendak beristirahat.

Jangan kontroversial dan provokatif

Jumarin mengimbau ke seluruh masjid serta tokoh agama agar memberikan materi yang tidak kontroversial dan tidak provokatif. Terutama saat memberikan pengarahan atau pengajian.

"Materi yang disampaikan sebaiknya yang enak didengar, menyejukkan, dan membangun masyarakat ke arah yang lebih positif," ujarnya.

Jumarin berharap umat Islam di Kulon Progo tetap membangun kedamaian dan toleransi selama Ramadan. Terutama dengan umat beragama lainnya yang tidak menjalankan puasa.

Ia mendorong masyarakat untuk menjalani ibadah puasa secara sederhana dan tidak berlebihan. Terutama saat momen berbuka puasa.

"Apalagi saat ini kondisi ekonomi sedang kurang baik, sehingga jangan terlalu konsumtif saat berbuka puasa," jelas Jumarin.

Pengamanan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo pun diharapkan ikut berperan untuk menjaga situasi di masyarakat agar tetap kondusif selama Ramadan. Seperti mengendalikan aktivitas yang bisa mengganggu ibadah puasa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulon Progo, Budi Hartono menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah pengamanan selama Ramadan ini. Pengamanannya melibatkan aparat Polres Kulon Progo.

"Kami akan melaksanakan kegiatan Cipta Kondisi agar momen puasa Ramadan tetap berjalan kondusif," kata Budi.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved