Permintaan Tinggi, Harga Bunga Tabur di Kulon Progo Naik Tajam

Tak hanya bahan pangan atau bahan pokok, tapi juga bunga tabur yang biasa digunakan untuk ziarah makam atau dikenal dengan istilah nyekar.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Ngadirin (tengah) saat melayani pembeli bunga tabur di depan Pasar Wates, Kulon Progo, Selasa (17/02/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Memasuki bulan puasa Ramadan, harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan.

Tak hanya bahan pangan atau bahan pokok, tapi juga bunga tabur yang biasa digunakan untuk ziarah makam atau dikenal dengan istilah nyekar.

Tradisi ini lumrah dilakukan masyarakat setiap menjelang puasa Ramadan. Aktivitas tersebut juga berpengaruh pada harga bunga tabur yang digunakan.

Seperti yang diungkapkan oleh Widi Wiyono, pedagang bunga tabur di Pasar Wates, Kulon Progo. Ia mengatakan harga bunga tabur saat ini sedang tinggi.

"Bunga tabur saya pasok dari Kota Yogyakarta, harganya dari sana sudah menembus Rp 300 ribu per kilogram (kg)," kata Widi ditemui pada Selasa (17/02/2026).

Menurutnya, persediaan bunga tabur dari sana sudah terbatas karena bunganya tidak banyak tumbuh. Ia memperkirakan bunganya sudah habis diambil dari pohon karena tingginya kebutuhan akan bunga tabur.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Wates Tembus Rp 100 Ribu Per Kg

Selain itu, permintaan dari masyarakat juga melonjak menjelang puasa Ramadan. Widi menilai tingginya permintaan yang tak sebanding dengan permintaan membuat harganya langsung melambung tinggi.

"Kemarin itu banyak sekali yang mencari bunga untuk nyekar, kalau sekarang sudah agak sepi," ungkapnya.

Widi menyediakan bunga tabur jenis mawar merah dan putih, kenanga, hingga kantil. Satu paket bunga tabur yang dicampur dipatok seharga Rp 35 ribu.

Ia menilai harga bunga tabur saat ini sudah tergolong sangat tinggi. Sebab saat hari biasa, harganya di kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 170 ribu per kg.

"Kalau bunga melati sekarang harganya bisa lebih mahal lagi, sampai Rp 500 ribu per kg," ujar Widi.

Pedagang bunga tabur lainnya, Ngadirin juga mengeluhkan mahalnya harga bunga dari Yogyakarta. Ia sendiri membeli sebanyak 3,5 kg bunga untuk dijual ke masyarakat yang melakukan aktivitas nyekar.

Ia menyebut pembelian bunga tabur membludak sepekan terakhir. Adapun hari ini kondisinya sudah melandai karena ibadah puasa diperkirakan dimulai pada besok Rabu (18/02/2026).

"Bunga yang ada ini sisa persediaan kemarin yang belum terjual," jelas Ngadirin.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved