Harga Daging Ayam di Kulon Progo Turun Selama Libur Nataru, Ini Pemicunya

Harga bahan pangan di Kulon Progo mengalami penurunan usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Persediaan daging ayam milik Asih, pedagang di Pasar Wates, Kulon Progo, Senin (05/01/2026). Harganya cenderung turun selama libur Natal dan Tahun Baru lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Harga bahan pangan di Kulon Progo turun usai libur Nataru, termasuk daging ayam dari Rp37 ribu menjadi Rp36 ribu per kg.
  • Penurunan harga dipicu vakumnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga permintaan daging ayam dan sayuran menurun.
  • Sayuran juga lebih murah, contohnya kacang panjang turun dari Rp12 ribu menjadi Rp5 ribu per ikat, diperkirakan kembali naik saat MBG aktif.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Harga bahan pangan di Kulon Progo mengalami penurunan usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Namun terdapat beberapa komoditas bahan pangan yang harganya justru turun selama liburan berlangsung.

Salah satunya pada harga daging ayam. Asih, pedagang daging ayam di Pasar Wates mengatakan tingginya harga daging ayam justru terjadi sebelum libur Nataru.

"Saat itu sebelum Desember harganya sampai 42 ribu per kilogram (kg)," katanya ditemui pada Senin (05/01/2026).

Saat liburan kemarin, Asih mengatakan harga daging ayam justru turun menjadi Rp 37 ribu per kg. Usai liburan, harganya kembali turun menjadi Rp 36 ribu per kg sampai hari ini.

Ia menilai turunnya harga daging ayam dipicu oleh aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ikut vakum selama masa libur sekolah. Alhasil permintaan akan daging ayam pun berkurang.

"Program MBG itu sangat berpengaruh sekarang dengan harga bahan pokok," ujar Asih.

Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Layani Lebih Dari 1,1 juta Penumpang Selama Nataru 2025/2026

Ia mengungkapkan permintaan akan daging ayam selama libur Nataru cenderung turun.

Jika biasanya ia bisa menjual hingga 150 kg daging ayam, maka selama liburan yang terjual turun menjadi sekitar 100 kg daging ayam.

Asih sendiri setiap harinya menyediakan lebih dari 150 kg daging ayam. Ia pun meyakini harga daging ayam bisa lebih turun lagi ke depan.

"Mungkin nanti malah mendekati harga normal di kisaran Rp 32 ribu per kg," katanya.

Iin, pedagang sayur di Pasar Wates juga menilai vakumnya MBG selama liburan membuat harga sayuran jadi lebih murah.

Sebab permintaannya menjadi turun, terutama dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membuat MBG.

Ia mencontohkan harga kacang panjang yang bisa menembus Rp 12 ribu seikat saat MBG sedang aktif. Namun saat libur kemarin, harganya anjlok menjadi Rp 5 ribu seikatnya.

"Mungkin kalau MBG aktif lagi, harga sayurannya bakal kembali naik, mungkin ya," ujar Iin.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved