Cuaca Ekstrem Melanda DIY, 4 Wilayah Terdampak Tanah Longsor dan Kerusakan Infrastruktur

Hujan sedang hingga lebat di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Minggu (15/2/2026) malam memicu bencana hidrometeorologi

Tribun Jogja/IST
LONGSOR - Material longsoran talut menutup lereng di kawasan Badan Diklat Provinsi DIY, Gunung Sempu, Minggu (15/2/2026) malam. Talut pagar sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi 3 meter dan ketebalan 50 sentimeter ambrol pada pukul 19.00 WIB dan berpotensi mengancam satu rumah di bawahnya. Penanganan sementara dilakukan dengan pemasangan dua terpal untuk menutup bagian talut serta satu terpal pada saluran drainase guna mengalirkan air agar tidak merembes ke struktur yang sudah retak dan ambrol. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan sedang hingga lebat di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026), memicu rentetan kejadian bencana hidrometeorologi.
  • Pusdalops PB BPBD DIY per pukul 18.00 WIB, menyebut dampak cuaca ekstrem berupa tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan di Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, dan Bantul.
  • Cuaca ekstrem ini berdampak signifikan pada sejumlah fasilitas publik dan permukiman warga.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir merata di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026), memicu rentetan kejadian bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan laporan terkini Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY per pukul 18.00 WIB, dampak cuaca ekstrem berupa tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan tercatat di Kabupaten Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Bantul.

Manajer Pusdalops PB BPBD DIY, Julianto Wibowo, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem ini berdampak signifikan pada sejumlah fasilitas publik dan permukiman warga.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga intensitas lebat pada hari Minggu malam, 15 Februari 2026, sampai Senin hari ini, 16 Februari 2026, terjadi hampir merata di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan pantauan yang kami dapatkan di Pusdalops se-DIY, kejadian cuaca ekstrem ini menyebabkan beberapa dampak di berbagai titik," ujar Julianto, Senin (16/2/2026) petang.

Data Pusdalops BPBD DIY mencatat, Kabupaten Kulon Progo menjadi wilayah dengan sebaran titik kejadian terbanyak.

Tanah longsor dilaporkan terjadi di 12 lokasi yang tersebar di lima kapanewon, yakni Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, dan Samigaluh.

Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada tujuh unit rumah, terputusnya akses jalan di tujuh titik, serta kerusakan pada satu saluran irigasi.

Selain longsor, cuaca ekstrem juga melanda Kapanewon Panjatan dan Sentolo, yang berdampak pada satu rumah, satu jaringan listrik, dan satu jaringan internet.

Korban luka di Kota Yogyakarta

Sementara itu, di wilayah Kota Yogyakarta, dampak cuaca ekstrem meliputi tiga kemantren yakni Kraton, Ngampilan, dan Gondokusuman. 

Di wilayah ini, dilaporkan terdapat empat orang mengalami luka ringan yang telah tertangani, serta 16 jiwa terpaksa mengungsi.

Kerusakan fisik di Kota Yogyakarta mencakup atap roboh pada dua unit rumah dan satu mobil tertimpa material akibat cuaca ekstrem di dua titik.

Selain itu, tanah longsor di dua lokasi menyebabkan dampak pada satu rumpun bambu, dua rumah, dan satu aliran sungai.

Kerusakan infrastruktur di Gunungkidul & Bantul

Di Kabupaten Gunungkidul, dampak cuaca ekstrem tercatat di tiga kapanewon, yaitu Wonosari, Karangmojo, dan Panggang.

Kerusakan infrastruktur cukup bervariasi, meliputi satu titik jembatan, dua titik jaringan listrik, dua titik jaringan internet, satu akses jalan, dan satu aliran sungai. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved