Stok Beras DIY Capai 39.000 Ton, Satgas Pangan Pastikan Stabilitas Jelang Ramadan

Bulog Yogyakarta memastikan stok beras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. 

Tayang:
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi Beras 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Yogyakarta memastikan stok beras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. 

Saat ini, Bulog menguasai cadangan beras sebanyak 39.000 ton yang diproyeksikan mampu mencukupi lonjakan kebutuhan masyarakat selama hari besar keagamaan tersebut.

Kepala Kanwil Perum BULOG Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menyampaikan bahwa dengan kondisi stok yang melimpah tersebut, masyarakat tidak perlu merasa waswas.

“Untuk beras, kondisinya sangat aman. Stok yang kami kuasai saat ini mencapai 39.000 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Dedi.

Kepastian stok ini sejalan dengan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (5/2/2026) lalu. 

Harga Pangan dalam Kisaran Normal

Pemantauan tersebut menunjukkan bahwa harga komoditas prioritas menjelang hari besar keagamaan masih berada dalam kisaran normal serta sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, SP, M.Si menyampaikan, dari 14 komoditas yang menjadi fokus pemantauan, seluruhnya masih mengacu pada ketentuan harga yang berlaku.

Alhamdulillah dari pantauan terhadap 14 komoditas, secara keseluruhan masih sesuai dengan ketentuan HET dan HAP. Kami berharap para pedagang dapat terus menjaga stabilitas harga di Provinsi DIY. Jadi nanti masyarakat Provinsi DIY tidak usah khawatir karena ada juga gerakan pangan murah yang dilakukan jelang dan sampai dengan bulan Ramadan. Ada sekitar tujuh kali yang dilakukan oleh Dinas Provinsi dan ada juga yang dilakukan oleh Bulog bersama dengan Pemerintah,” jelas Nita.

Baca juga: Malioboro Full Pedestrian 2026, Dishub DIY Matangkan Pemasangan Portal dan Skema Logistik

Pemantauan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan stok pangan sekaligus menjamin masyarakat memperoleh bahan pokok sesuai harga yang telah ditetapkan.

Selain pengawasan harga, pemerintah juga menyiapkan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah pendukung stabilitas pasokan bagi warga DIY.

Cegah Praktik Kecurangan 

Sementara itu, Ketua Pelaksana Satgas Saber DIY, Kombes Pol Kayuswan Tri Panungko, menambahkan pemantauan ini juga difokuskan pada pemberian edukasi guna pencegahan praktik curang seperti monopoli harga dan penimbunan komoditas.

Ia menegaskan tanggung jawab Satgas dalam menjaga kondusivitas pasar.

“Sehingga kita memberikan peringatan pada para spekulan ya pasti beberapa produsen maupun distributor agar tidak memainkan harga maupun melakukan penimbunan terhadap komoditas-komoditas pangan yang menjadi prioritas bagi kebutuhan di tengah-tengah masyarakat kita. Kami akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku apabila ditemukan hal-hal seperti itu di tingkat baik produsen maupun distributor sampai seterusnya,” tegas Tri Panungko.

Satgas Saber DIY memastikan akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku jika ditemukan pelanggaran di lapangan, baik di tingkat produsen maupun distributor, demi menjamin kenyamanan berbelanja masyarakat menjelang Idulfitri. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved