JFP 2026 Jadi Ruang Inklusif Model Anak-anak, Remaja hingga ABK Unjuk Bakat
JFP merupakan perayaan mode yang memadukan kemewahan kontemporer dengan keanggunan wastra Nusantara.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah Anak-anak dan remaja berjalan layaknya model profesional di atas runway mewah Jogja Fashion Parade (JFP) 2026, di Sleman City Hall (SCH), Sabtu (7/2/2026).
Mereka tampak percaya diri memeragakan busana terbaik dari para desainer berbagai daerah.
JFP sendiri merupakan perayaan mode yang memadukan kemewahan kontemporer dengan keanggunan wastra Nusantara.
Tahun ini JFP mengambil tema Vastra Prabha dimaknai sebagai kilau busana yang memesona, sebuah metafora bahwa mode bukan sekadar pakaian, melainkan pancaran estetika, budaya, dan karakter.
Total 159 desainer berbagai daerah di Indonesia menampilkan karya terbaik mereka dalam 11 parade sesi fashion show, mencakup koleksi busana anak, remaja, pria, dan wanita dengan balutan estetika modern yang berpijak pada kekayaan budaya Nusantara.
Sebagai daya tarik khusus, JFP 2026 juga menghadirkan desainer tamu: Nissa Khoirina, Phillip, Samsuga by Agus Sunandar, serta 35 Looks Pop Up Presentation Elgan by Nyudi, yang akan memperkaya ragam ekspresi desain dan perspektif kreatif di panggung Vastra Prabha.
Baca juga: Sentuhan Spiritual di Atas Catwalk, Siswa Prime Studio Pukau Panggung Jogja Fashion Parade 2026
Model Anak, Remaja dan ABK
Creative Director JFP 2026 Nyudi Dwijo Susilo, menyebut lebih 55 model profesional akan berkolaborasi dengan sekitar 600 model kids and teen, menghadirkan energi muda segar dan penuh semangat di atas runway.
Pihaknya juga menyambut hangat model dari kalangan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang ikut berpartisipasi.
"Tak ketinggalan, kehadiran plus-size model dan mature model menjadi simbol kuat inklusivitas, menegaskan bahwa fashion adalah ruang bagi semua keindahan, tanpa batas usia maupun bentuk tubuh," katanya.
Acara ini merupakan kolaborasi Asmat Pro Group bersama Sleman City Hall. Desainer dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.
Seorang peserta model cilik, Anisa Nur Aulia, asal Jakarta yang masih berusia 4 tahun tampak senang seusai melangkah di runway.
"Sejak dia usia tiga setengah tahun sudah ikut modeling, ini pertama kali di Jogja. Sangat excited," jelasnya.
Sementara seorang desainer asal Malang Jawa Timur, Ardalano membawa 11 outfit karya terbaiknya untuk dipamerkan di JFP.
"Saya bawa konsep etnik, vastra nusantara dan bawa model dari Kalimantan dan Riau," ujarnya.
Desainer yang biasa membuat busana untuk wedding, event dan show event ini sangat senang bisa berpartisipasi di JFP 2026.
Dia mengaku untuk saat ini pasar terbesar dalam dunia fashion mulai masuk ke kalangan anak-anak.
"Tapi baju (karya) saya juga sering dipakai artis Ayu Ting Ting dan Iis Dahlia. Selain ikut JFP, Maret nanti saya juga ikut show di Singapura dan di Bangkok," tutupnya. (*)
| Fashion Show Cultural Fusion Mahasiswa AKS AKK Yogyakarta, Meramu Jejak Tionghoa dan Ragam Nusantara |
|
|---|
| Boyong 1000 Karya Mode, Jogja Fashion Week 2026 Jadi Panggung Desainer Tanah Air |
|
|---|
| Sentuhan Spiritual di Atas Catwalk, Siswa Prime Studio Pukau Panggung Jogja Fashion Parade 2026 |
|
|---|
| Pelajar Asal Jogja Ini Sabet Award 'Verbal Commendation' di AYIMUN ke-20 di Malaysia |
|
|---|
| Ratusan Model Anak dan Remaja Ikuti JIKFP 2025, Momen Aktualisasi Sekaligus Promosi IKM Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/model-anak-anak-dan-remaja-unjuk-aksi-di-JFP-2026.jpg)