PBI JK Miliknya Mendadak NonAktif, Warga Lansia di Kulon Progo Ini Gagal Fisioterapi
Ngadiyem mengaku kebingungan karena tiba-tiba saja mendapat informasi bahwa status PBI JK miliknya sudah nonaktif.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Nonaktifnya kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) secara tiba-tiba turut dirasakan oleh warga Kulon Progo.
Salah satunya Ngadiyem (65), yang kini kebingungan bagaimana proses pengobatan saraf kejepitnya tanpa PBI JK.
Perempuan lanjut usia (lansia) asal Padukuhan Pongangan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo ini baru tahu bahwa ia tidak bisa menggunakan PBI JK pada Jumat (06/02/2026) pagi.
"Pagi tadi itu saya ke RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) Sentolo untuk melakukan fisioterapi mengobati saraf kejepit di kaki saya," jelas Ngadiyem ditemui di rumahnya, Jumat siang.
Saat sedang menunggu giliran itulah, ia dipanggil petugas dan diberitahu bahwa kepesertaan PBI JK miliknya sudah nonaktif.
Petugas lalu menyarankan agar Ngadiyem menggunakan layanan umum tanpa PBI JK.
Namun untuk layanan umum Ngadiyem harus membayar sebesar Rp 120 ribu, belum termasuk obat-obatan.
Sedangkan saat itu ia sedang tidak membawa uang sama sekali untuk membayar layanan medis.
"Akhirnya saya gagal terapi, diarahkan untuk mengurus ulang PBI JK di kalurahan," ujarnya.
Ngadiyem mengaku kebingungan karena tiba-tiba saja mendapat informasi bahwa status PBI JK miliknya sudah nonaktif.
Padahal selama ini ia selalu menggunakannya untuk mendapatkan pelayanan medis.
Baca juga: BPJS PBI Tiba-tiba Dinonaktifkan, Pasien Tumor di Sleman Ini Tak Bisa Kontrol dan Harus Tahan Nyeri
Sedangkan ia membutuhkan penanganan segera untuk saraf kejepit di kakinya, karena itu membuatnya tidak bisa berjalan kaki dalam durasi yang lama. Ia pun juga perlu penanganan untuk hipertensinya.
"Benar-benar baru kali ini kejadian seperti itu, jadinya saya kebingungan," kata Ngadiyem yang berprofesi sebagai petani ini.
Adapun Ngadiyem sempat diantar oleh putrinya Tri Wahyuni ke RSUD NAS Sentolo.
Ia juga yang kemudian menjemput ibunya itu di RS untuk langsung kembali ke rumah setelah gagal terapi.
Tanpa Pemberitahuan
| Kejar Target Tahun Ajaran Baru, Satker Tambah Personel Percepat Proyek Sekolah Rakyat di Gulurejo |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Kirimkan 24 Kafilah ke MTQ Tingkat DIY 2026 |
|
|---|
| Tumpukan Sampah di Pantai Trisik Dibiarkan Tak Terangkut, DLH Kulon Progo: untuk Edukasi |
|
|---|
| Warga Serbu Bantuan Pangan dari Bapanas di Tiap Kalurahan di Kulon Progo |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Data Kepemilikan Medsos ASN, Perubahan Sistem Kinerja ke Digitalisasi Jadi Alasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PBI-JKN-milik-warga-Kulon-Progo-nonaktif.jpg)