Kisah Agen Logistik Dukung UMKM Yogyakarta, Jadi Jembatan Perputaran Ekonomi

Agen logistik tak hanya jadi tempat mengirimkan paket, tetapi juga sebagai mitra bagi pelaku usaha yang ingin memastikan produknya sampai

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Salah satu agen logistik di sela-sela aktivitasnya, Jumat (30/1/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yogyakarta dikenal sebagai kota yang hidup dari kreativitas dan usaha kecil. Dari berbagai sudut Kota Jogja hingga gang kecil, banyak UMKM tumbuh dan bergerak menghidupkan perekonomian lokal. 

Seiring berkembangnya UMKM tersebut, kebutuhan akan distribusi yang andal pun semakin terasa. 

Peran logistik kini telah menjadi bagian penting dari denyut ekonomi Yogyakarta, bukan lagi sekadar mengirim paket, tetapi membuka konektivitas dan menghubungkan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.
 
Di tingkat lokal, agen logistik memegang peran strategis sebagai penghubung antara UMKM dan pelanggan. 

Agen Lion Parcel di Yogyakarta, misalnya, tak hanya menjadi tempat mengirimkan paket, tetapi juga sebagai mitra bagi pelaku usaha yang ingin memastikan produknya sampai ke tangan konsumen dengan aman dan tepat waktu.
 
Salah satu agen logistik, Syaiful Lukman Al Amari, pemilik agen Lion Parcel di Yogyakarta, awalnya melihat tingginya aktivitas pebisnis dan UMKM di kota ini turut mendorong kebutuhan distribusi yang semakin besar. 

Dari pengamatan tersebut, Syaiful memutuskan membuka agen Lion Parcel untuk menjawab kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. 

Seiring berjalannya waktu, agen yang ia kelola pun berkembang dan menjadi bagian dari aktivitas pengiriman berbagai pelaku usaha di sekitarnya. 

Apalagi ongkos kirim yang ditawarkan Lion Parcel dari Yogyakarta juga cukup kompetitif, mulai dari Rp6000 dengan berbagai jenis layanan tersedia.
 
“Sejauh ini respons pelanggan sangat positif. Pengirimannya cepat, termasuk untuk tujuan luar pulau, dan prosesnya terasa lebih pasti. Dari sisi agen, komunikasi dengan tim pusat juga berjalan baik, jadi kalau ada kendala kami merasa terbantu,” ujar Syaiful. 

Dia menambahkan, membuka agen Lion Parcel juga memberinya banyak pengalaman baru. 

“Saya bersyukur karena lewat agen ini bisa menambah relasi, bertemu banyak pelaku usaha, dan ikut membantu mereka dari sisi logistik agar bisnisnya bisa terus berjalan dan berkembang.”
 
Berbeda dengan Syaiful, agen logistik lainnya, Juan Christian melihat peluang membuka agen Lion Parcel dari sudut pandang bisnis yang lebih strategis. 

Saat itu, ia tengah mencari peluang usaha dengan risiko yang relatif minim. 

Dibandingkan bisnis berbasis produk seperti makanan dan minuman, Juan menilai jasa logistik memiliki risiko yang lebih rendah karena tidak bergantung pada stok atau masa simpan. 

Pertimbangan tersebut mendorongnya memilih sektor ekspedisi, dan Lion Parcel menjadi pilihan karena dukungan ekosistem Lion Group, khususnya akses ke jaringan penerbangan yang kuat. 

Keberadaan banyak rute penerbangan langsung Lion Group dari Yogyakarta dinilai menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung kecepatan dan jangkauan pengiriman.
 
“Sekarang pelanggan yang datang beragam, mulai dari pengirim personal sampai UMKM. Dari situ saya jadi melihat langsung bagaimana kebutuhan pengiriman di Yogyakarta itu sangat dinamis,” ujar Juan. 

Dia mengaku bersyukur sejak menjadi agen Lion Parcel bisa menambah banyak pengetahuan dan relasi baru. 

“Lewat agen ini saya jadi tahu ternyata di Yogyakarta banyak komunitas seller lokal yang aktif dan terus berkembang. Dari sisi kami, bisa ikut membantu kebutuhan logistik mereka jadi pengalaman yang sangat berharga," ucapnya.
 
Secara umum, destinasi pengiriman terbanyak dari Yogyakarta mengarah ke Jakarta dan wilayah Indonesia Timur, seperti Makassar dan Jayapura, dengan komoditas yang banyak dikirimkan didominasi oleh produk fesyen. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved