Disdikpora Kulon Progo Terima Informasi Soal Lea dan Adiknya, Berikan Dukungan Berupa Tali Asih
Menurut Nur, kondisi ekonomi keluarga Lea pun terbilang kurang baik. Namun semangat Lea untuk belajar tidak padam
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Kabar Lea siswi SDN Gembongan ke sekolah bawa adiknya menarik simpati Disdikpora Kulon Progo
- Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi langsung merespon dengan datang ke sekolah bertemu Lea
- Disdikpora pun memberi dukungan Tali Asih untuk meringankan beban ekonomi Lea dan keluarganya
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo telah menerima informasi terkait Lea dan adiknya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gembongan, Kapanewon Sentolo. Respon pun diberikan untuk mendukung keduanya.
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan informasi itu diterimanya baru-baru ini.
Ia pun langsung merespon dengan datang ke SDN Gembongan, bertemu Lea pada Selasa (27/01/2026) lalu.
Menyentuh hati
"Sebab kami sangat tersentuh dengan semangat dan keteguhan Lea, sebab ia menunjukkan keteladanan luar biasa di usia yang masih sangat muda," kata Nur memberikan keterangannya pada Rabu (28/01/2026).
Adapun Lea harus membawa adiknya setiap hari ke sekolah lantaran ibunya, Rubiyanti (36) harus menjalani kemoterapi untuk kanker payudara yang dideritanya. Rubiyanti merupakan orang tua tunggal dan hanya tinggal dengan 3 anaknya, termasuk Lea.
Menurut Nur, kondisi ekonomi keluarga Lea pun terbilang kurang baik. Namun semangat Lea untuk belajar tidak padam meski harus membagi fokus untuk menjaga adik dan merawat ibunya selama berada di rumah.
"Itu sebabnya kami memberikan dukungan berupa Tali Asih untuk Lea," ujarnya.
Dukungan tali asih
Nur berharap dukungan Tali Asih yang diberikan setidaknya bisa meringankan beban ekonomi Lea dan keluarganya.
Dukungan moral pun akan terus diberikan agar Lea tetap bersemangat ke sekolah untuk mendapatkan hak pendidikannya.
Pertimbangan kemanusiaan
Kepala SDN Gembongan, Pri Hastuti Komarul menceritakan sudah sekitar 6 bulan terakhir ini Lea membawa adiknya ke sekolah. Adapun ibunya sudah meminta izin agar Lea boleh membawa adiknya ke sekolah dan ia pun mengizinkan.
"Secara aturan sebenarnya tidak boleh, tapi kami izinkan dengan pertimbangan kemanusiaan dan empati," jelas Hastuti.
Selama berada di sekolah, pihak sekolah juga memastikan adik Lea turut mendapatkan perhatian. Misalnya dengan memberikannya sejumlah kegiatan seperti mewarnai gambar agar ia tidak bosan.
Hastuti mengatakan Lea merupakan pelajar yang cerdas, dengan nilai-nilai yang baik sejak kelas 1. Ia pun punya kemauan belajar yang tinggi serta cita-cita yang luhur saat dewasa nanti.
"Lea mengatakan ingin jadi dokter dan bisa mendirikan rumah sakit sendiri kalau sudah besar nanti," ungkapnya.(alx)
| Kasus WNA Ngamen Jadi yang Pertama di DIY, Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Perkuat Pencegahan |
|
|---|
| Dua WNA Asal Kolombia Dideportasi Kantor Imigrasi Kulon Progo Usai Kedapatan Mengamen |
|
|---|
| Konsep Hotel Bubble untuk Asrama Haji DIY Diklaim Mampu Hemat Anggaran hingga Rp1,2 Triliun |
|
|---|
| Wabup Kulon Progo Turun Gunung, Gencarkan Edukasi Wawasan Kebangsaan Kepada Para Pelajar |
|
|---|
| Polres Kulon Progo Terjunkan Puluhan Personel Hingga Siapkan Rekayasa Lalin untuk Embarkasi Haji DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Disdikpora-Kulon-Progo-Terima-Informasi-Soal-Lea-dan-Adiknya-Berikan-Dukungan-Berupa-Tali-Asih.jpg)