BKSGK Rayakan Natal Bersama di Pemkab Kulon Progo, Hadirkan Perwakilan 31 Jenis Gereja
Menurutnya, Perayaan Natal Bersama jadi momentum penting bagi umat Kristiani di Kulon Progo. Sebab menjadi penguat kerukunan antarumat
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Kerjasama Gereja-gereja Kristen (BKSGK) Kulon Progo menggelar Perayaan Natal Bersama pada Senin (12/01/2026). Rangkaian acaranya berlangsung di Aula Adikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo.
Ketua BKSGK Kulon Progo, Pdt. Aris Kristian Widodo mengatakan Perayaan Natal Bersama ini dihadiri oleh perwakilan dari 31 jenis gereja. Seluruhnya tersebar di Kulon Progo.
"31 jenis gereja tersebut bergabung dalam BKSGK sebagai wadah pemersatu," kata Aris memberikan keterangannya.
Menurutnya, Perayaan Natal Bersama jadi momentum penting bagi umat Kristiani di Kulon Progo. Sebab menjadi penguat kerukunan antar umat dan soliditas antar denominasi gereja di wilayah Kulon Progo.
Aris pun menyatakan hubungan puluhan denominasi gereja tersebut hingga kini mampu terjaga dengan baik. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo yang telah menyediakan tempat untuk acara perayaan.
"Berkat dukungan Pemkab Kulon Progo, Perayaan Natal Bersama kali ini bisa berjalan lancar," ujarnya.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan melihat Perayaan Natal Bersama sebagai bentuk harmoni keberagaman di wilayahnya. Sebab perbedaan justru harus menjadi kekuatan untuk saling mengisi dan mendukung.
Menurutnya, kekuatan sejati diukur dari kesediaan pihak yang kuat untuk menopang mereka yang belum kuat. Ia sekaligus berpesan agar seluruh umat Kristiani terus bersinergi dan memberikan kontribusinya ke daerah.
"Jangan fokus pada perbedaannya, tapi satukan niat baiknya," kata Agung.
Perayaan Natal Bersama turut dihadiri oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surahmanto. Ia melihat Perayaan Natal Bersama sebagai wujud nyata kerukunan umat beragama di Kulon Progo.
Menurutnya, perbedaan adalah ketetapan dari Tuhan yang harus diterima dengan bijaksana. Perbedaan diciptakan dengan tujuan agar sesama manusia bisa menerima satu sama lainnya.
"Kerukunan umat beragama di Kulon Progo menjadi harga mati, tidak boleh ditawar-tawar lagi," ujar Surahmanto.(alx)
| BPN Kulon Progo Akan Lanjutkan Inventarisasi dan Identifikasi Jalur Tol Jogja-YIA di 3 Kalurahan |
|
|---|
| Harga Bright Gas 12 Kg Tembus Rp 240 Ribu di Kulon Progo |
|
|---|
| BBGRM 2026 Kulon Progo Berakhir, Dana Swadaya Masyarakat Terhimpun hingga Rp16,6 Miliar |
|
|---|
| Serapan Pupuk Bersubsidi di Kulon Progo Masih Rendah, Pola Tanam Hingga Kondisi Ekonomi Jadi Alasan |
|
|---|
| Soal Pengadaan TKD Palihan dan Glagah, Pemkab Kulon Progo Usulkan Harmonisasi Pergub 24/2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BKSGK-Rayakan-Natal-Bersama-di-Pemkab-Kulon-Progo-Hadirkan-Perwakilan-31-Jenis-Gereja.jpg)