Kemenkes Ajukan Anggaran Rp500 miliar untuk Perbaikan Peralatan Kesehatan di Sumatra

Ia mengatakan ada 87 rumah sakit di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang berhenti beroperasi pasca bencana.

|
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
MENKES: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (tengah) memberikan keterangan terkait pemulihan kesehatan di lokasi bencana Sumatra usai groundbreaking Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito, Kamis (8/1/2026). 

Laporan Reporter  Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut anggaran untuk perbaikan peralatan rumah sakit yang rusak akibat banjir di Sumatra sekitar Rp 500 miliar.

Ia mengatakan ada 87 rumah sakit di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang berhenti beroperasi pasca bencana. Pihaknya kemudian membentuk tim untuk pemulihan kesehatan. Dalam dua minggu, 9 dari 87 rumah sakit yang sebelumnya berhenti beroperasi dapat kembali melayani masyarakat.

"Alhamdulillah kesehatan dapat prioritas,  belum penuh (beroperasi penuh), tapi sudah bisa menerima pasien, IGD-nya ada," katanya usai groundbreaking Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito, Kamis (8/1/2026).

Proses pemulihan kesehatan dilanjutkan pada tahap kedua, yang menyasar puskemas. Ada 1.286 puskemas di tiga provinsi terdampak bencana, dan akhirnya 850  puskesmas berhenti beroperasi.

"Kita lihat ada 150 yang tidak bisa beroperasi sama sekali, karena lumpurnya tinggi, sudah berantakan, ada yang rubuh. Nah itu kita kejar di tahap kedua recovery. Di akhir Desember (2025), tinggal 4 yang belum beroperasi, lainnya sudah beroperasi walaupun tidak penuh, tapi sudah bisa melayani pasien," sambungnya.

Pada tahap ketiga, pihaknya fokus pada dua hal yaitu optimalisasi puskemas yang sudah beroperasi untuk merawat masyrakat di desa terisolir dan pengungsian serta mengirim relawan kesehatan.

Kementerian Kesehatan telah mengirimkan sekitar 4.100 relawan kesehatan ke daerah terdampak. 

"Pengalaman COVID-19, ini (pemulihan) tidak bisa dilakukan sendiri," lanjutnya.

Pada tahap terakhir, pihaknya akan melakukan recovery total. Recovery total ini ditargetkan pada Maret 2026, menyasar seluruh rumah sakit dan puskesmas yang terdampak.

Budi mengungkapkan banyak peralatan kesehatan yang rusak, mulai dari ambulans, komputer, tempat tidur, dan lain-lain. Ada sekitar 205 ambulans yang rusak, 50 ambulans sudah diperbaiki, dan 80 ambulans masih dalam perbaikan karena turun mesin.
Pihaknya juga telah mengirim teknisi ke rumah sakit untuk melakukan perbaikan.

Selain itu, Kemenkes juga telah mendata peralatan kesehatan yang rusak akibat banjir.

"Yang sudah rusak, nanti kita masukin ke anggarannya. Itu sudah kita hitung sekitar Rp 500 miliar, sedang kita ajukan, supaya bisa dapat cepat penggantian. Kasur rusak, tempat tidur ada, tapi kasurnya hilang, komputer hampir semua nggak bisa diperbaiki, butuh ribuan komputer. Kita butuh mebel-mebel, itu juga nggak bisa diperbaiki," pungkasnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved