Wawancara Eksklusif

Arif Priyosusanto: Tanamkan Sejak Dini Nilai-Nilai Keistimewaan DIY

Arif Priyosusanto memiliki komitmen untuk menjaga Keistimewaan DIY dengan menanamkan nilai-nilai Keistimewaan sejak dini.

Tayang:
Penulis: ribut raharjo | Editor: ribut raharjo
Dok.Istimewa
Ketua Komisi D DPRD Sleman, Arif Priyosusanto 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ketua Komisi D DPRD Sleman, Arif Priyosusanto memiliki komitmen untuk menjaga Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menanamkan nilai-nilai Keistimewaan sejak dini.

Politisi Partai Gerindra ini juga berkomitmen untuk memperbaiki sarana-prasarana bagi anak didik agar mereka aman dan nyaman dalam mencecap pendidikan di sekolah.

Berikut wawancara eksklusif TribunJogja.com dengan Ketua Komisi D DPRD Sleman, Arif Priyosusanto:

Bagaimana evaluasi pendidikan di Kabupaten Sleman di sepanjang 2025? 

Tahun 2025 kondisi sekolah di Kabupaten Sleman sesuai kewenangan tingkat kabupaten yakni dari PAUD, sampai SMP Alhamdulillah prestasi akademisnya secara nasional meraih nilai tinggi dan di tingkat provinsi (DIY) juga masih meraih nilai tertinggi untuk ASPD (Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah).

Begitu juga tingkat SD, 10 besar rata-rata diisi oleh sekolah yang ada di Kabupaten Sleman, baik itu negeri maupun swasta

Tentu ini sesuatu yang membanggakan. Namun masih belum merata antara satu sekolah dengan sekolah lain sehingga diharapkan ke depan pemerataan harus bisa dijalankan.

Artinya, nilai rata-rata bisa lebih ditingkatkan, tidak terlalu njomplang antara nilai yang tinggi dan rendah secara akademis.

Bagaimana dengan prestasi non akademis?

Untuk non akademis, prestasi banyak sekali, terutama anak didik kita yang ada di kelas KKO (Kelas Khusus Olahraga) prestasti sudah nasional seperti catur, panjat tebing, itu merupakan anak-anak kita di Kabupaten Sleman.

Sampai 2025 kemarin, kita punya tiga sekolah yang memiliki kelas KKO. Ini menjadi kebanggan di Kabupaten Sleman.

Bagaimana dengan evaluasi infrastruktur dan sarana-prasarana?

Memang, yang yang perlu diperhatikan di 2025 kemarin adalah masalah infrastruktur, sarana prasarana, ada beberapa kejadian, sekolah kita ambruk, untungnya tidak ada korban.

Ini menjadi perhatian khusus sehingga penataan untuk anggaran perbaikan sekolah menjadi sangat penting dan fokus kita di tahun 2025, meskipun belum bisa memenuhi semua sekolah, baik itu anggaran dari pemerintah pusat maupun APBD Sleman.

Walaupun secara data banyak sekali sekolah yang mengalami kerusakan, ada ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, dan ini menjadi prioritas kami untuk menyelesaikan sehingga sarana prasarana di Kab Sleman bisa menjadi baik untuk keamanan dan kenyamanan anak didik kita.

Bagaimana dengan rencana 2026 ini?

Fokus di tahun 2026 kita ingin memperbaiki sarana dan prsarana semua yang ada di sekolah, dengan kolaborasi Kabupaten Sleman dan Pemerintah Pusat.

Meskipun kita semua tahu transfer ke daerah dipotong, tapi komitmen dengan Kabupaten Sleman terkait anggaran pendidikan tak ada pengurangan, khususnya untuk anak-anak kita.

Jadi yang ada pengurangan itu kegiatan dinas, kalau kegiatan pendidikan anak-anak kita, sudah kami sampaikan ke bupati untuk tidak ada pengurangan sehingga kualitas dari akademis dan sekolah kita masih bisa dijaga.

Kita juga berysukur ada program dari pusat yakni revitalisasi sekolah dan ini sangat membantu kami di tingkat kabupaten, karena program pemerintah pusat ini memberi anggaran secara langsung kepada sekolah yang bisa menerima untuk melakukan perbaikan secara mandiri, dilakukan swakelola dan ini sangat membantu masalah anggaran

Bagaimana dengan prestasi di 2026 ini?

Untuk prestasi akademis kita berharap ada peningkatan pemerataan prestasi, tidak hanya satu dua sekolah yang punya nilai tinggi, tapi bisa di banyak sekolah.

Sedang di luar akademis, selain olahraga juga ingin menanamkan nilai-nilai kebudayaan Jawa, nilai-nilai adat leluhur kita kepada anak-anak didik sehingga nanti ke depan punya siwa berkarakter orang Jawa, orang Jogja.

Kita ingin menunjukkan tepo seliro, saling gotong-royong, saling menghormati, menumbuhkan rasa kecintaan anak didik kita terhadap Ngayogyakarta Hadiningrat,

termasuk di dalamnya kami ingin menanamkan sejak dini tentang Keistimewaan DIY agar nilai-nilai Keistimewaan ini tidak hilang dari generasi, maka dari awalm sejak dini kami ingin menanamkan sejarah Keistimewaan, nilai-nilai Keistimewaan DIY sehingga generasi kita ke depan memahami dan menjaga Keistimwaan DIY.

Ini menjadi program kami di 2026 sesuai perintah dari Presiden Prabowo Subianto ingin mencapai Indonesia Emas 2045 mulai dari pendidikan akademis maupun pendidikan karakter. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved