Pernikahan Romantis di Tengah Banjir, Tamu Rela Berbasah-basahan

Minggu (28/12/2025) menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan oleh pasangan Muhammad Iskandar (29) dan Zimah Esni Solekhah (29).

Tayang:
Tribunjogja.com/IST/Tangkapan Layar
GENDONG PENGANTIN - Momen pengantin, Muhammad Iskandar (29) menggendong Zimah Esni Solekhah (29), saat menuju pelaminan resepsi pernikahan, Minggu (28/12/2025). 

Menurut Iskandar, banjir yang melanda wilayahnya bukan sekali ini saja terjadi.

Sebelumnya, banjir lebih besar pernah melanda.

Dia pun berharap pemerintah bisa segera menanggulangi masalah banjir di tempatnya. Sebab, banjir itu membuat aktivitas masyarakat setempat cukup terhambat.

"Harapannya, untuk banjir ini, semoga pemerintah menanggulangi. Banjir kayak gini bisa diatasi. Biar enggak banjir tahunan gini. Meluap sungainya. Untuk tempat tinggalnya aman, tapi untuk lalu lalang susah," urainya.

Dukuh Kuwaru, Hari Agung Nugroho,mengaku sempat panik saat air mulai menggenang.

Sebab, saat seluruh persiapan sudah dilaksanakan, tiba-tiba banjir datang.

"Tadi malam sempat panik, bingung acaranya mau berjalan bagaimana. Semua sudah dirancang, tetapi kita harus mengubah acara karena terjadi banjir," bebernya.

Walau sempat merasa panik, kini ia merasa lega dikarenakan pesta resepsi tersebut telah berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para tamu undangan.

Dikatakannya, para tamu undangan merasa seperti di alam terbuka dan menyatu dengan alam saat menghadiri pesta tersebut.

"Dan prosesi pernikahan tadi, harusnya kan ada upacara-upacara jadi ditiadakan. Terus tadi ada organ tunggal sempat mau di-cancel, tapi akhirnya jadi (tidak jadi cancel tampil di pesta Iskandar dan Esni)," urainya.

Acara pernikahan itu terbagi menjadi dua sesi atau sesi pertama pukul 09.00 WIB sampai menjelang Dzuhur dan dilanjutkan sesi kedua setelah Dzuhur sampai Asar.

"Iya betul ini acara ngunduh mantu. Ijabnya mereka sudah kemarin Sabtu (28/12/2025). Itu di utara Pantai Depok, Kapanewon Kretek. Karena mempelai perempuan asal sana dan mempelai laki-laki asal sini (Kuwaru)," paparnya. 

\Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, di lokasi pernikahan pukul 16.12 WIB, tampak kondisi banjir di area pesta pernikahan dalam keadaan surut. Akan tetapi, lokasi pernikahan tersebut cukup becek, sehingga mengganggu aktivitas mobilitas masyarakat.

Banjir Setiap Tahun Karena Rawa

Lebih lanjut, Dukuh Kuwaru menyampaikan bahwa kondisi banjir di wilayahnya sudah sering terjadi, sebab lokasi tersebut dulunya merupakan daerah rawa. Namun, kini, lokasi itu sudah berubah menjadi permukiman warga.

"Itu dari nenek moyang dulu. Jadi, memang setiap tahun itu sering terjadi banjir di sini," katanya.

Menurutnya, sekitar 50 persen wilayah Kuwaru terdampak banjir.

Tak hanya menggenangi pemukiman warga, banjir juga menggenangi area pertanian.

"Untuk yang mengungsi semalam, enggak ada. Mungkin sudah terbiasa. Jadi, yang ngungsi mungkin hanya balita dan Lansia," tutur dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved