Pemkot Yogyakarta dan Taruna Akpol Jalin Sinergi Percepat Penurunan Angka Stunting

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat sekaligus mandat dari akademi untuk mengasah kepedulian sosial para taruna. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/IST
BANTUAN - Warga Mantrijeron menerima paket bantuan tambahan gizi dari Taruna Akpol Korps Jogja-Solo, Jumat (26/12/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Yogyakarta terus digalakkan dengan melibatkan berbagai lini. 

Terbaru, Pemkot Yogyakarta dan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Korps Jogja–Solo menjalin sinergi, dengan menyasar warga di Kelurahan Mantrijeron, Jumat (26/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, disalurkan paket bahan pangan bergizi, yang dirangkai dengan layanan imunisasi gratis untuk ibu-ibu hamil.

Salah satu Taruna Akpol, Yohanes Izzy, menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat sekaligus mandat dari akademi untuk mengasah kepedulian sosial para taruna. 

"Ini amanat dari Akademi Kepolisian dalam rangka membantu masyarakat, terutama untuk meningkatkan gizi anak-anak dan keluarga, guna percepatan penurunan stunting di Kota Yogyakarta, khususnya di Mantrijeron," ujarnya.

Bagi Izzy dan rekan-rekannya, persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan fisik semata, melainkan ancaman bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Adapun paket yang disalurkan untuk masyarakat berupa tambahan gizi, meliputi beras lima kilogram, telur ayam, hingga daging ayam.

"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi keluarga penerima dan mampu berkontribusi dalam mengurangi jumlah stunting di Kota Yogyakarta," katanya.

Baca juga: Layanan Kesehatan Gratis Penumpang KA di Stasiun Yogyakarta International Airport

Butuh Perhatian

Sementara, Lurah Mantrijeron, Agung Nugroho, menyebut, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan, mengingat tantangan stunting di wilayahnya masih memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan data terkini, di Kelurahan Mantrijeron terdapat 56 keluarga yang masuk kategori keluarga berisiko stunting (KBS), serta 21 anak yang teridentifikasi mengalami stunting.

"Jadi, bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak yatim dan keluarga yang berisiko stunting. Kami apresiasi kepedulian para Taruna Akpol yang hadir langsung dan berbagi dengan warga Mantrijeron," ujarnya.

Ia pun menekankan, bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan sendirian oleh pemerintah, dan perlu kolaborasi dari berbagai pihak untuk melakukan percepatan.

Sehingga, sinergitas antara Pemkot Yogyakarta dan institusi pendidikan, tenaga kesehatan, serta elemen masyarakat lain, menjadi kunci.

"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama peduli terhadap masa depan anak-anak kita," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved