Dinkes Gunungkidul Dirikan 11 Pos Kesehatan di Kawasan Wisata Selama Libur Nataru
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan pos kesehatan tersebut disiapkan untuk melayani pengunjung
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendirikan 11 pos kesehatan di sejumlah titik strategis obyek wisata sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan pos kesehatan tersebut disiapkan untuk melayani pengunjung yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, menangani kasus-kasus ringan, serta melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat apabila diperlukan rujukan lanjutan.
"Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kunjungan ke fasilitas kesehatan, terutama di kawasan wisata dan jalur utama yang ramai dilalui wisatawan," tuturnya saat dikonfirmasi, pada Senin (15/12/2025).
Selain mendirikan pos kesehatan, dia menambahkan, Dinkes Gunungkidul juga menyiagakan seluruh puskesmas selama periode libur Nataru. Seluruh puskesmas diminta tetap membuka layanan pemeriksaan rutin guna memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun wisatawan tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya mobilitas.
“Kami menginstruksikan setiap puskesmas untuk menyiagakan tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana mulai 25–26 Desember dan 1 Januari,” ujar Ismono.
Ia menjelaskan, puskesmas tetap membuka layanan pemeriksaan rutin bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Di sisi lain, puskesmas juga diminta menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan lain di wilayah masing-masing agar pelayanan dapat diberikan secara maksimal.
Menurut Ismono, puskesmas yang berada di sekitar obyek wisata juga akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk pengelola wisata dan aparat setempat, guna memastikan pelayanan kesehatan bagi wisatawan berjalan lancar dan responsif.
“Pos kesehatan ini kami siapkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul,” kata Ismono.
Sementara itu, rumah sakit di wilayah Gunungkidul, khususnya RSUD, tetap membuka layanan 24 jam untuk penanganan kasus darurat serta persalinan dengan komplikasi selama libur panjang. Pihaknya juga melakukan identifikasi ibu hamil dengan perkiraan hari lahir (HPL) tujuh hari sebelum dan sesudah Tahun Baru.
"Kami juga lakukan pendataan mencakup kondisi kehamilan selama hari-hari rawan, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi persalinan mendadak yang terjadi di tengah keterbatasan akses layanan selama libur panjang," kata dia.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama beraktivitas di masa libur akhir tahun. Ia juga meminta wisatawan tidak ragu memanfaatkan pos kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Kami berharap masyarakat dan wisatawan dapat berlibur dengan aman dan nyaman. Jika membutuhkan layanan kesehatan, segera mendatangi pos kesehatan, puskesmas, atau rumah sakit terdekat agar bisa ditangani lebih cepat,” tuturnya (ndg)
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
| Kasus Kematian Akibat Leptospirosis di Gunungkidul Naik 500 Persen di Awal 2026 Ini |
|
|---|
| El Nino Mengancam, Kerentanan Lahan Pertanian di Gunungkidul Jadi Atensi Utama DIY |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kunjungan-wisatawan-di-Pantai-Sepanjang-Gunungkidul-Senin-1252025.jpg)