Berita Kriminal

Polresta Yogyakarta Selidiki Kasus Dugaan Kejahatan Jalanan di Ngampilan

Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Herjunadi, menyampaikan pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Wartakotalive.com
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polisi masih melakukan penyelidikan aksi dugaan kejahatan jalanan yang terjadi di Jalan S Parman, Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta pada Jumat (12/12/2025) dini hari.

Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Herjunadi, menyampaikan pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kasus itu masih penyelidikan, nanti kami informasikan lagi,” kata Gandung saat dihubungi, Minggu (14/12/2025).

Dalam kasus ini, sekolompok orang tak dikenal mengendarai sepeda motor sembari membawa senjata tajam (Sajam).

Warga sekitar yang resah dengan kondisi itu, kemudian mencoba melakukan perlawanan.

Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Herjunadi, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

"Pada Jumat tanggal 12 Desember 2025 pukul 08.30 WIB, anggota Polsek Ngampilan telah mendatangi lokasi terkait kejadian di Jalan S Parman," katanya.

Baca juga: Geger Rombongan Bersenjata Tajam Hampir Bentrok di Ngampilan, Polisi Jelaskan Kronologinya

Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi di sekitar lokasi, disebutkan pada Jumat dini hari sekira jam 00.45 WIB dari arah Barat ke Timur melintas enam sepeda motor.

"Setelah melintas jembatan atau depan soto Pak Marto (mereka) membleyer-bleyer sepeda motor dan ditegur oleh salah satu warga Tejokusuman," ungkapnya.

"Setelah lebih kurang berjarak 200 meter, rombongan sepeda motor itu berhenti mendatangi warga dengan membawa senjata tajam (clurit)," sambung Gandung.

Melihat hal tersebut warga berteriak 'klitih' dan berkumpul mengadakan perlawanan dan mengejar.

"Belum terjadi kontak fisik, rombongan tadi langsung melarikan diri ke arah simpang empat Tamansari, kemudian ke arah utara Jalan Wahid Hasim," ucap Gandung.

Selanjutnya warga masih berjaga-jaga untuk antisipasi jika rombongan orang bersenjata tajam itu kembali datang.

"Kericuhan itu merupakan perlawanan warga dengan adanya tindak kejahatan jalanan yang melintas di Jalan S Parman," tutup Gandung. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved