Amankan Nataru, Polresta Sleman Siapkan 4 Pos Selama Ops Lilin Progo 2025
Empat pos akan didirikan Polresta Sleman di titik-titik rawan untuk menjamin keamanan, kenyamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Polresta Sleman menyiapkan 4 pos yang akan didirikan di titik strategis selama pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025 pengamanan Nataru
- Operasi Lilin Progo akan digelar mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026
- Dua pos pengamanan akan didirikan di wilayah Prambanan dan Gamping, Pos Terpadu didirikan di Tempel, dan Pos Pelayanan dibangun di seputar Ambarukmo Plaza
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru melalui Operasi Lilin Progo 2025.
Sebanyak empat pos, yang terdiri dari pos pengamanan (pospam), pos pelayanan (posyan) dan pos terpadu akan didirikan di titik-titik rawan untuk menjamin keamanan, kenyamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Sleman, Kompol Masnoto, mengatakan fokus Operasi Lilin Progo adalah supaya kegiatan masyarakat berjalan dengan tertib aman dan lancar.
Ada empat pos yang akan ditempatkan di lokasi strategis yang menjadi pusat mobilitas warga, jalur wisata dan wilayah perbatasan.
Ia merinci, dua pos pengamanan akan didirikan di wilayah Prambanan dan Gamping. Pos Terpadu didirikan di Tempel.
Sedangkan Pos Pelayanan dibangun di seputar Ambarrukmo Plaza.
Polisi akan menyiapkan kekuatan penuh untuk mendukung kesuksesan dan kelancaran Operasi Lilin Progo ini.
"Nanti ada 268 anggota Polri yang terlibat dalam sprint (surat perintah) operasi. Sedangkan anggota yang tidak terlibat, namun mendukung kegiatan Nataru ini ada 1.071 personel," kata Kompol Masnoto, dikutip Minggu (14/12/2025).
Jumlah tersebut masih akan dibackup personel dari Polda DIY, TNI maupun instansi terkait di lingkungan Pemkab Sleman seperti Satpol-pp dan Dinas Perhubungan. Kemudian ditambah dari relawan.
Dilaksanakan 12 Hari
Pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025 akan berlangsung selama 12 hari, dimulai dari tanggal 20 Desember hingga 2 Januari 2026.
Kegiatan operasi pengamanan mencakup puncak arus mudik Nataru, perayaan Natal, puncak arus wisata dan pergantian tahun baru.
Selama pelaksanaan operasi, polisi bersama instansi lain akan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Hujan Angin di Sleman, Pohon Asam Jawa Tumbang Timpa Rumah Warga di Minggir
Pelayanan yang bersifat umum, kata Masnoto, misalnya seperti mengantisipasi kemacetan lalulintas, kemudian menjaga dari potensi terjadinya gangguan keamanan.
Selain itu, Polisi juga akan memberikan perhatian khusus terhadap pengamanan ibadah Natal di Gereja.
Di Kabupaten Sleman terdapat 107 tempat ibadah yang digunakan sebagai tempat misa Natal .
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 gereja besar akan menjadi prioritas pengamanan dengan dilaksanakan sterilisasi oleh Satbrimobda Polda DIY sedangkan 83 gereja dan 12 Kapel lainnya tetap mendapatkan pengamanan terbuka dan tertutup.
"Sasaran pengamanan juga terhadap pusat perbelanjaan, hotel, tempat wisata dan tempat- tempat umum lainnya. Selalu kami monitoring dan kami lakukan pengamanan di waktu kegiatan operasi Nataru," katanya.
Kesiapan Dishub
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan upaya agar libur Nataru di Kabupaten Sleman bisa berjalan dengan lancar, aman tertib dan selamat telah mulai dilakukan.
Antara lain dengan survei jalur rawan dan kondisi jalur alternatif yang akan dilalui pemudik maupun arus balik.
Adapun untuk keselamatan, pengujian kendaraan bermotor juga telah dilakukan, baik di kantor Dinas Perhubungan maupun dengan mendatangi perusahaan otobus dan jip wissata untuk dilakukan Rampchek.
Terkait pengamanan lalulintas, Dishub Sleman bersama instansi lain akan mendirikan pos yakni di Tempel, Prambanan dan Posko Terpadu di Kabupaten Sleman.
Lalulintas juga akan dipantau melalui terminal-terminal yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten seperti terminal tipe C, baik di Pakem, Condongcatur maupun Prambanan.
"Pada prinsipnya, kami berupaya nanti melakukan proses pengamanan-pengamanan tersebut agar lalu lintas bisa berjalan lancar, termasuk memantau simpang-simpang yang diprediksi akan terjadi kepadatan baik melalui Area Traffic Control System (ATCS) untuk nanti bisa mengatur lalu lintas lebih lancar," katanya.(*)
| Hantam Pembatas Jalan, Honda City Terperosok Sedalam 6 Meter di Kalasan, Pengemudinya Luka Parah |
|
|---|
| Temuan Mayat Pria di Dalam Mobil di Concat Sleman, Polisi: Diduga Keracunan Karbon Monoksida |
|
|---|
| Kecelakaan Tunggal Motor Tabrak Pohon di Moyudan Sleman, Dua Remaja Meninggal Dunia |
|
|---|
| Buru Pelaku Klitih di Godean, Polisi Sisir Rekaman CCTV di Dekat Lokasi Kejadian |
|
|---|
| Soal Insiden Kekerasan di Babarsari, Polisi: Satu Orang Meninggal Dunia, Dua Pelaku Ditangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tol-Prambanan-saat-long-weekend-Maulid-Nabi.jpg)