Pemkab Gunungkidul Berikan Bekal Modal dan Pelatihan Bagi Tiga Keluarga Transmigran

Tiga keluarga catrans dari Gunungkidul sudah dipanggil untuk kegiatan pembekalan dan pelepasan sebelum pemberangkatan

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
TRANSMIGRAN: Foto dok ilustrasi. Pembukaan Pelatihan Calon Transmigran Angkatan I, II, dan III Tahun 2025 di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Tiga keluarga dari Gunungkidul akan diberangkatkan mengikuti program transmigrasi tahun ini. 
  • Sebagai dukungan awal, setiap keluarga menerima uang saku sebesar Rp10 juta dari Pemkab Gunungkidul
  • Pemerintah juga memberikan pelatihan keterampilan, terutama bercocok tanam, mulai dari pengolahan tanah pertanian hingga pembuatan pupuk.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan tiga keluarga akan diberangkatkan mengikuti program transmigrasi tahun ini. Tidak hanya memindahkan lokasi tinggal, pemerintah juga menyiapkan dukungan modal serta pelatihan pertanian sebagai bekal bagi para calon transmigran (catrans) sebelum memulai hidup baru di daerah tujuan.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan bahwa persiapan pemberangkatan para catrans telah selesai. Pembekalan digelar pada Jumat (12/12/2025) di kantor dinas sebagai bagian dari tahap akhir sebelum keberangkatan ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Selasa (16/12/2025).

“Tiga keluarga catrans sudah kami panggil untuk kegiatan pembekalan dan pelepasan sebelum pemberangkatan,” kata Nanang, Jumat siang.

Dukungan pemerintah

Sebagai dukungan awal, setiap keluarga menerima uang saku sebesar Rp10 juta. Bantuan tersebut, menurut Nanang, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar pada masa-masa pertama tinggal di lokasi transmigrasi. Pemerintah juga memberikan pelatihan keterampilan, terutama bercocok tanam, mulai dari pengolahan tanah pertanian hingga pembuatan pupuk.

“Pelatihan sudah dilaksanakan. Adapun jenisnya tentang pengolahan tanah pertanian hingga pembuatan pupuk,” ujarnya.

“Pelatihan sudah dilaksanakan. Adapun jenisnya tentang pengolahan tanah pertanian hingga pembuatan pupuk,” ujarnya.

Nanang menambahkan, lokasi penempatan mengalami perubahan dari rencana awal. Semula para catrans akan ditempatkan di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Namun daerah tersebut kemudian diprioritaskan untuk transmigrasi lokal sehingga alokasi bagi Gunungkidul dialihkan ke Polewali Mandar. 

“Lokasi penempatan sudah tidak ada masalah karena sudah ada penggantinya,” kata Nanang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Transmigrasi Gunungkidul, Supartono, mengingatkan agar para catrans memanfaatkan seluruh bekal yang telah diberikan dan bersungguh-sungguh mengikuti program transmigrasi. Menurut dia, kemampuan adaptasi dan kesiapan mental menjadi kunci keberhasilan hidup di daerah baru.
“Mudah-mudahan bisa beradaptasi dengan cepat,” kata Supartono.

Ia mengatakan, minat warga Gunungkidul untuk ikut transmigrasi relatif tinggi. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan peserta benar-benar serius dan memenuhi syarat. Seleksi mencakup aspek sosial dan ekonomi, termasuk kunjungan langsung ke rumah calon untuk mencatat kepemilikan aset

Tahap seleksi juga mencakup pemeriksaan kesiapan mental, keahlian, serta memastikan para calon tidak memiliki utang di lembaga keuangan. 

“Apabila ada [utang], calon transmigran perlu melunasinya sebagai persyaratan yang harus dipenuhi kalau terpilih untuk berangkat di program transmigrasi,” urainya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved