Harga Cabai dan Bawang Merah di Bantul Naik, Rawit Merah Tembus Rp87 Ribu per Kg

cabai merah besar sekitar Rp40 ribu per kilogram, dan yang paling tinggi cabai rawit merah Rp87 ribu per kilogram

|
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Foto dok ilustrasi Cabai rawit merah 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai di pasaran Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mengalami kenaikan. Harga cabai merah keriting Rp66.600 per kilogram, 
  • Harga cabai merah besar sekitar Rp40 ribu per kilogram, dan yang paling tinggi cabai rawit merah Rp87 ribu per kilogram

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Harga komoditas produk tanaman hortikultura berupa cabai dan bawang merah di pasaran Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mengalami kenaikan. 

Kenaikan harga dua komoditas itu terpantau sudah terjadi sejak seminggu yang lalu.

"Harga rata-rata di pasar hari ini untuk jenis cabai merah keriting Rp66.600 per kilogram, cabai merah besar sekitar Rp40 ribu per kilogram, dan yang paling tinggi cabai rawit merah Rp87 ribu per kilogram," kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Prapta Nugraha, kepada Tribunjogja.com, Senin (8/12/2025).

Harga cabai itu cenderung meningkat cukup drastis dibandingkan seminggu yang lalu. Peningkatan harga jual cabai secara drastis terjadi pada cabai rawit merah sekitar Rp14-15 ribu. Sebab, harga cabai rawit merah pada seminggu yang lalu, rata-rata hanya sekitar Rp72-73 ribu per kilogram.

Dikatakannya, harga jual cabai mengalami peningkatan dikarenakan terjadi musim hujan, sehingga produksi cabai berkurang atau tidak sebanyak pada bulan-bulan sebelumnya. Untuk jumlah pasokan komoditas cabai di pasaran, kata Prapta ada yang aman dan ada yang kurang.

"Kalau di beberapa pasar tradisional atau pasar rakyat, kita pantau masih aman. Cuma, ada satu dua pasar untuk cabai merah besar dan cabai rawit kecil itu memang ada yang kosong. Tapi, komoditas itu, di pasar yang lain ada. Apalagi cabai merah keriting dan cabai rawit merah itu, di pasar masih ada," ujar Prapta. 

Harga bawang

Kata Prapta, tidak hanya harga komoditas cabai yang mengalami peningkatan. Komoditas bawang merah di pasaran juga mengalami peningkatan, bahkan harga rata-rata jual di pasaran saat ini mencapai Rp51 ribu per kilogram dari seminggu sebelumnya Rp46.500 per kilogram.

"Karena untuk komoditas hortikultura kan relatif sama ya penyebab dan tren kenaikan harga jualnya, karena pasokannya dari hasil panen yang menurun. Tapi, kalau untuk harga jual barang-barang pabrikan yang lain, dalam arti seperti gandum dan semacamnya relatif stabil. Ada komoditas lain berupa ketela pohon dan lainnya yang menurun," tuturnya.

Kini, pihaknya berharap kepada para petani agar dapat menanam cabai pada setiap musim. Tujuannya, untuk meminimalisasi kekurangan stok dan menjaga harga jual komoditas hortikultura di pasaran. Apalagi, beberapa waktu lalu, pernah ada anjuran untuk melakukan penanaman cabai maupun komoditas sayuran di halaman perkarangan warga.

Di samping itu, pihaknya berharap harga jual komoditas di pasaran tidak terus meningkat saat mendekati momen Natal dan tahun baru 2025. Pihaknya pun telah melakukan rapat dengan pemerintah pusat bersama asosiasi petani untuk menekan harga cabai dan bawang merah di daerah yang mengalami peningkatan harga jual dua komoditas tersebut.

"Memang di bulan-bulan Desember itu kan banyak orang yang membeli (komoditas cabai dan bawang merah tersebut). Tapi, kami juga bersama Pemerintah DIY sudah mengadakan pasar murah di Kapanewon Pajangan. Semoga kegiatan itu bisa menekan harga jual beberapa komoditas," terangnya.

Di samping itu, pihaknya secara rutin atau setiap hari juga melakukan pemantauan harga pangan di pasaran. Sebab, pihaknya memiliki tim sendiri yang langsung terjun ke lapangan untuk memastikan harga sejumlah komoditas di pasar Bumi Projotamansari. 

"Iya, menjelang akhir tahun nanti dimungkinkan pemantauan harga komoditas di pasaran sama tim pengendalian inflasi daerah (TPID)," papar Prapta.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, turut mendengar lonjakan harga jual di pasaran terjadi pada komoditas cabai. Sebab, harga jual komoditas itu tak luput dari perhitungan cuaca.

"Cabai itu kadang, sekali tempo naik itu sudah biasa terjadi karena cuaca. Tapi, tetap kami pantau, kami benahi menjelang Nataru. Insyaallah kita stabilkan semua," ujarnya.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved