Momen Xanana Gusmao Usap Rambut Sri Sultan HB X Warnai Pertemuan di Yogyakarta

Sultan yang berada di sebelahnya tersenyum, sementara sejumlah staf dan protokoler tampak terkejut oleh spontanitas sang Perdana Menteri.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Hanif Suryo
USAP RAMBUT SULTAN: Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengusap rambut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat keduanya memberi keterangan pers di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (8/12/2025). Gestur spontan itu mencairkan suasana pertemuan keduanya. 

Ringkasan Berita:
  • Xanana Gusmao mendadak mengusap rambut Sri Sultan HB X saat keduanya berada di depan Gedong Wilis Kepatihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12/2025) sore.
  • Adegan spontan dan mengejutkan namun penuh senyum dan tawa itu mewarnai kehangatan pertemuan antara Perdana Menteri Timor Leste dan Gubernur DIY.
  • Lantas, apa saja yang dibahas Xanana Gusmao dan Sri Sultan HB X, berikut laporannya.

 

TRIBUNJOGJA.COM- Gestur kecil tapi mengundang senyum terjadi di tengah pertemuan antara Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di depan Gedong Wilis, Senin (8/12/2025) sore.

Saat menjelaskan soal perbedaan penampilan, Xanana Gusmao mendadak mengusap rambut Sri Sultan HB X, membuat wartawan terkejut sekaligus terhibur oleh momen yang langka dalam acara kenegaraan.

Adegan itu berlangsung spontan dalam sesi jumpa pers seusai pertemuan keduanya di Kompleks Kepatihan. Gusmao, yang sejak awal tampil hangat dan banyak tersenyum, tiba-tiba mengajak para pewarta memperhatikan warna rambutnya yang memutih.

“Mau tahu sesuatu?,” ujarnya membuka cerita, memancing rasa penasaran para jurnalis yang berdiri melingkar di depannya.

Begitu para wartawan menjawab serempak, Gusmao mulai bercerita mengenai usia dirinya dan Sultan yang ternyata hanya terpaut dua setengah bulan. 

Namun menurutnya, penampilan justru menunjukkan sebaliknya. “Secara fisik, saya lebih tua dari Yang Mulia. Tapi di KTP, usia beliau dua setengah bulan lebih tua dari saya. Secara fisik karena ini, rambutnya hitam semua,” kata Gusmao panjang sambil menunjuk rambut Sultan. Dalam hitungan detik kemudian, ia mengusap bagian belakang kepala Sultan—gestur jenaka yang memicu tawa.

Sultan yang berada di sebelahnya ikut tersenyum, sementara sejumlah staf dan protokoler tampak terkejut oleh spontanitas sang Perdana Menteri. Momen itu membuat sesi jumpa pers berjalan lebih cair, memberi jeda hangat di antara rangkaian agenda resmi kunjungan Gusmao ke Yogyakarta.

Pengalaman baru bagi Xanana Gusmao

Di luar momen jenaka tersebut, Gusmao mengaku bahwa pertemuannya dengan Sultan membuka pengalaman baru tentang sejarah dan keistimewaan Yogyakarta. Ia menyebut pertemuan itu memberinya pemahaman yang selama ini belum pernah ia dapatkan.

“Yang lebih bikin saya impression adalah baru tahu sejarah Jogja setelah bertemu dengan Yang Mulia Sultan. Dulu saya hanya dengar Jogja, Jogja, tetapi yang bikin saya ingin ke sini itu Borobudur yang saya pikir dekat Jogja. Tetapi saya tidak tahu perbedaan unik Jogja dengan provinsi-provinsi lain,” ujar Gusmao.

Ia mengatakan, percakapannya dengan Sultan memberinya perspektif baru tentang hubungan antara Yogyakarta dan negara-negara lain, termasuk Timor Leste. “Kehormatan besar sekali, karena dengan Yang Mulia Sultan kita bisa bicara dan saya bisa mengerti serta tahu perbedaan unik ini. Terima kasih atas kesempatan untuk diajari sejarah Indonesia dan Jogja,” lanjutnya.

Gusmao menegaskan bahwa kunjungannya ke Kepatihan tidak membawa agenda politik atau kerja sama tertentu. Ia menyatakan bahwa silaturahmi ini semata untuk menjaga hubungan yang telah terjalin sejak lama antara Indonesia dan Timor Leste, termasuk melalui jalur pendidikan.

“Ini hanya untuk bertemu. Kerja sama itu sejak dulu sudah terjalin. Waktu Timor Leste masih bagian dari Indonesia, sudah lebih dari lima ribu orang yang ke Jogja untuk belajar. Sekarang pun ratusan anak muda datang ke sini. Tetapi hari ini bukan pertemuan kerja, hanya untuk bertemu Sultan,” tutur Gusmao.

Sri Sultan HB X menyampaikan terima kasih atas kunjungan Gusmao dan menyebut dialog yang terjalin sebagai sarana memperkuat pemahaman antarkedua negara. Ia menilai pertemuan itu menjadi ruang saling belajar tentang sejarah serta budaya yang membentuk hubungan Indonesia dan Timor Leste.

“Memang kami sempat berdialog, seperti yang beliau sampaikan kepada saya. Saya kira kita sama-sama belajar juga untuk bisa saling memahami, antarbangsa, antarnegar a, baik sejarah maupun hal-hal lain, agar lebih bisa saling menghargai,” ujar Sultan.

Ia berharap hubungan baik itu dapat terjaga. “Semoga hubungan ini tetap bisa terjalin sangat baik,” kata Sultan.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved