Polisi Sebut Bawas MA Ikut Mendalami Peran HakimJadi Dewan Pengawas Little Aresha
Polisi masih melakukan pendalaman terkait siapa saja yang terlibat dalam praktik perlakuan diskriminatif dan dugaan kekerasan yang terjadi di daycare
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Polisi telah menahan 13 tersangka dan sedang mendalami peran 17 orang lainnya, termasuk pengasuh dan pejabat struktural Little Aresha.
- RIL, seorang hakim aktif di Bengkulu sekaligus Ketua Dewan Penasihat daycare, menjadi sorotan. Polisi menyelidiki apakah ia benar terlibat atau namanya dicatut.
- Badan Pengawas Mahkamah Agung turut turun tangan memeriksa saksi dan tersangka di Mapolresta Yogyakarta guna mengusut peran RIL.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polisi masih melakukan pendalaman terkait siapa saja yang terlibat dalam praktik perlakuan diskriminatif dan dugaan kekerasan yang terjadi di daycare Little Aresha Yogyakarta.
Hingga saat ini ada 13 tersangka yang telah ditahan oleh aparat kepolisian.
Selain sudah menetapkan 13 tersangka, polisi masih menyelidiki peran sejumlah pihak lainnnya dimana masih ada17 orang baik dari pengasuh maupun pejabat struktural di daycare tersebut.
Salah satu nama yang kini menjadi sorotal yakni berinisial RIL sosok hakim aktif disebuah Pengadilan Negeri (PN) Provinsi Bengkulu.
Polisi masih mengkonfrontir para saksi untuk melihat lebih jauh peran dari RIL yang masuk dalam struktur sebagai Ketua Dewan Penasihat Little Aresha.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan ada beberapa nama yang masuk kedalam struktural daycare tersebut.
“Ini lagi kami konfirmasi, apakah memang nama-nama yang terlibat itu, apakah itu memang benar terlibat, tahu akan kejadian itu, atau memang namanya dicatut, itu lagi kita lakukan,” katanya, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: JOGJA HARI INI : Fisik dan Psikis Korban Penelantaran Little Aresha Daycare Memprihatinkan
Dia menjelaskan potensi adanya tersangka baru bisa saja ditemukan. Sebab beberapa keluarga korban juga mulai banyak yang melapor dengan membawa alat bukti.
Terkait keterlibat hakim aktif dalam struktur organisasi Little Aresha, Adrian menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan badan pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA).
Adrian juga menyebut tiga hakim tinggi dari MA sudah datang untuk ikut memeriksa saksi-saksi di Mapolresta Yogyakarta.
“Itu masih kemungkinan bisa bertambah, kemarin memang ada pengawas dari Mahkamah Agung datang ke tempat kita. Itu hakim-hakim tinggi, ada sekitar tiga orang datang. Namun mereka cuma meminta sarana kita tempat,mereka melakukan intrograsi sendiri terhadap para-para tersangka,” tegas Adrian.
Adrian menyebut para bawas MA itu ingin melihat sendiri apa saja yang selama ini dilakukan oleh RIL di daycare tersebut. (hda)
| JOGJA HARI INI : Fisik dan Psikis Korban Penelantaran Little Aresha Daycare Memprihatinkan |
|
|---|
| Polisi Sebut Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Bertambah |
|
|---|
| Sebagian Korban Little Aresha Daycare Alami Gangguan Tumbuh Kembang |
|
|---|
| Polisi Dalami Rekam Jejak Korupsi Rp 1,1 Miliar Ketua Yayasan Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Nasib Dosen FIB UGM di Ujung Tanduk, Dekan Pastikan Tak Ada Perlindungan Hukum Institusi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Polisi-Ungkap-Motif-Kekerasan-Anak-Daycare-Little-Aresha-Jogja-Kejahatan-Terstruktur-dan-Jadi-SOP.jpg)