Berkunjung ke Tribun Jogja, KPK Nyatakan Komitmen Berantas Korupsi
Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, mengungkapkan komitmennya dalam pencegahan korupsi.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkunjung ke kantor Tribun Jogja, Minggu (7/12/2025).
Dalam kegiatan media visit tersebut, hadir Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono, Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Herda Helmijaya, Direktur Monitoring KPK Aida Ratna Zulaiha, serta Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Arif Waluyo Widiarto.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, mengungkapkan komitmennya dalam pencegahan korupsi.
Menurut dia, upaya mencegah korupsi harus dilakukan baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Setidaknya ada tiga hal yang dilakukan KPK, yaitu penindakan, pencegahan dan pendidikan.
“Teknik pencegahan paling baik adalah, orang nggak bisa korupsi. Dia takut ketahuan, kalau ketahuan dampaknya begini, nah itu di penindakan. Kemudian, dia nggak bisa korupsi karena sistemnya bagus, tata kelola pemerintahan bagus. Itu karena proses pencegahan, membangun sistem,” katanya.
“Kemudian dia takut korupsi, ini pendidikan. Jadi ada penindakan, pencegahan, dan pendidikan. Kita harus meninggalkan sesuatu buat anak cucu. Harusnya kita sadar, menciptakan iklim yang fair,” sambungnya.
Baca juga: Hakordia Run 2025 di Yogyakarta Gaungkan Semangat Antikorupsi Lewat Olahraga Massal
Menurut dia, korupsi secara jangka panjang akan merusak tujuan utama pembangunan.
Untuk mencegah korupsi jangka pendek, pihaknya telah mengumpulkan informasi semua anggaran.
Pihaknya menelaah setiap anggaran pemerintah yang berpotensi dikorupsi serta melakukan pengawasan.
Dalam upaya pencegahan juga perlu dukungan dari pemerintah, terutama dalam tiga hal yaitu aksesibilitas, otoritas, dan fasilitas.
“Harusnya kita bisa diberikan data notaris, perbankan, dan lainnya. Kalau kita dapat aksesibilitas, pasti orang beli mobil juga gampang ketahuan. Nah kalau sudah ada aksesibilitas, perlu otoritas, boleh nggak kita analisis, kita miliki. Terakhir kami butuh fasilitasi. Transparansi itu penting,” terangnya.
Sayangnya, lembaga antirusuah ini tersentral di pusat, sehingga monitoring ke daerah kurang optimal.
Untuk itu, pihaknya juga membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk melapor, tak terkecuali media. Ia menilai media juga punya peran sebagai kontrol.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tribun Jogja, Ribut Raharjo, menambahkan pencegahan menjadi penting karena merupakan substansi pemberantasan korupsi.
“Kami juga ingin menjadi ambil bagian dalam pencegahan korupsi, tidak hanya sebagai tukang tulis apa yang dilakukan KPK,” imbuhnya. (*)
| Orasi Anak-anak Driver Ojol di Jogja: Kami Tak Ingin Tumbuh di Negeri Penuh Korupsi |
|
|---|
| Para Kepala Daerah Kumpul di Yogyakarta, Kasus Korupsi BGN Jadi 'Sentilan' Keras |
|
|---|
| Kejari Sleman Musnahkan Ribuan Barang Bukti, dari Obat-obatan Terlarang Hingga Ribuan Tas Laptop |
|
|---|
| Soal Kasus Korupsi TKD Lurah Condongcatur, Sri Sultan HB X: Kalau Didiamkan Saja, Habis Tanahnya |
|
|---|
| Pemda DIY Kembali Ingatkan Pemanfaatan TKD Wajib Kantongi Izin Gubernur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/KPK-berkunjung-ke-kantor-Tribun-Jogja.jpg)