Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Usulkan Status Siaga Darurat Bencana
Sekarang (usulan) SK status siaga darurat bencana sudah di meja Sleman satu (Bupati), menunggu ditandatangani
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- BPBD Sleman mempertimbangkan info BMKG bahwa puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada akhir Desember hingga awal Februari. BPBD Sleman pun mengusulkan peningkatan status wilayah menjadi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.
- Pertimbangan lain adalah datangnya libur panjang Nataru. Periode libur panjang akhir tahun ini membutuhkan kesiapsiagaan terkait kebencanaan.
- Selain itu. paradigma kebencanaan bukan hanya responsif atau penanganan keadaan darurat, tetapi dituntut juga kesiapsiagaan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memasuki puncak musim hujan di akhir tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengusulkan peningkatan status wilayah menjadi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.
Usulan ini disampaikan ke Bupati, dengan pertimbangan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang dan risiko longsor.
"Sekarang (usulan) SK status siaga darurat bencana sudah di meja Sleman satu (Bupati), menunggu ditandatangani," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, Jumat (5/12/2025).
Pertimbangan
Bambang mengatakan SK siaga darurat bencana disusun dengan sejumlah pertimbangan. Pertama, mengacu berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG bahwa puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada akhir Desember hingga awal Februari. Rentang tiga bulan tersebut, curah hujan diperkirakan sedang tinggi- tingginya sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan.
Kedua, pertimbangan menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Periode libur panjang akhir tahun ini membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh komponen stakeholder lintas sektor yang terlibat dalam kebencanaan. Semua dipersiapkan mulai dari personel, peralatan maupun logistik untuk menghadapi libur Nataru maupun cuaca ekstrem.
Ketiga, paradigma kebencanaan saat ini sudah berubah. Bukan hanya responsif atau penanganan saat keadaan darurat saja, tetapi dituntut juga kesiapsiagaan. Hal ini yang perlu diketahui oleh masyarakat. Karena itu, menghadapi potensi cuaca ekstrem, BPBD telah siapsiaga menyiapkan segala sesuatunya, sehingga apabila terjadi bencana maka sudah siap.
"Ini yang menjadi indikator atau parameter mengapa kita memberikan nota dinas atau telaah ke Bupati untuk mengeluarkan status siaga darurat, disamping dampak dari cuaca ekstrem ini sudah ada beberapa lokasi yang terdampak, ada angin kencang, longsor, banjir," kata dia.
Jika diberlakukan, siaga darurat bencana rencananya diberlakukan selama tiga bulan. Selama periode tersebut, apabila situasi dianggap masih membutuhkan kesiapsiagaan, maka status siaga darurat bisa diperpanjang.
"Tapi kalau situasi meningkat dan perlu penanganan darurat dan dampaknya banyak, tentu status dari siaga ditingkatkan menjadi tanggap darurat,"terang dia.
Kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem memang perlu ditingkatkan di tengah musim penghujan. Bupati Sleman, Harda Kiswaya sebelumnya telah meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk mematangkan langkah mitigasi bencana, mulai dari kecepetan penyaluran bantuan, pendanaan hingga kesiapan personel. Langkah ini penting untuk mengantisipasi setiap potensi bencana.
"Persiapan-persiapan wajib (dilakukan). Saya minta dinas yang membidangi untuk persiapkan kecepatan distribusi logistik, dananya, kemudian personelnya," kata Harda.(*)
| Libur Nataru dan Ujian Pengendalian Sampah di Sleman |
|
|---|
| Alasan dan Pertimbangan PSS Sleman Merekrut Lucas Gamma |
|
|---|
| Bupati Sleman Minta Warga Aktif Awasi Proyek Jalan: Biar Tidak Asal-asalan |
|
|---|
| Perayaan Tahun Baru di Sleman Diimbau Tanpa Pesta Kembang Api |
|
|---|
| Bek Persik Kediri Lucao Kian Dekat Gabung PSS Sleman, Gantikan Posisi Cleberson |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lansia-di-Ngemplak-Sleman-Tewas-Tertimpa-Pohon-Tumbang.jpg)