Tuai Bunga: Kisah Sekar Merangkai Impian dari Bunga Pres

Sekar melihat potensi keindahan bunga yang dibingkai dalam resin, ia mulai bereksperimen dengan aksesoris. 

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Arsip Pribadi Tuai Bunga
Sekar Ayuningtyas (26) pendiri usaha aksesoris dan kerajinan bunga pres Tuai Bunga di salah satu gelaran pasar artisan Yogyakarta. (Sumber: Arsip Pribadi Tuai Bunga) 
Ringkasan Berita:
  • Sekar Ayuningtyas (26), lulusan Pertanian UGM, mendirikan Tuai Bunga pada 2020, fokus pada aksesoris unik dari bunga pres (pressed flower).
  • Ciri khasnya adalah penggunaan bunga liar asli dan menjual makna bunga (dilengkapi Flower Dictionary) di setiap karya.
  • Awalnya berjualan lewat online dan dari bazar ke bazar, kini fokus di toko fisik yang berlokasi di Gang Kuswaraga, Sleman dan titip jual di beberapa toko lain.

 

TRIBUNJOGJA.COM -- Sekar Ayuningtyas (26) adalah seorang wanita muda dengan semangat wirausaha yang gigih. 

Ia adalah pendiri dari Tuai Bunga yaitu sebuah usaha yang berfokus pada kreasi aksesoris unik dari bunga pres (pressed flower). 

Kisahnya bukan sekadar bisnis, melainkan perpaduan antara kecintaan pada seni merangkai, dan ketekunan dalam mengubah hobi menjadi mata pencaharian.

Kecintaan Sekar pada pernak-pernik dan aktivitas kerajinan tangan sudah ada sejak kecil. 

Namun, usahanya benar-benar dimulai pada tahun 2020, saat ia masih berstatus sebagai mahasiswi Pertanian UGM dan berada di tahap akhir pengerjaan skripsi.

Awalnya, fokus utama bisnisnya adalah membuat phone case dengan hiasan bunga, yang saat itu sedang tren.

Sekar melihat potensi keindahan bunga yang dibingkai dalam resin, ia mulai bereksperimen dengan aksesoris. 

Ia menyadari bahwa aksesoris menawarkan risiko kegagalan yang lebih kecil dibandingkan membuat phone case dalam jumlah besar.

Sejak saat itu, Tuai Bunga memutuskan untuk lebih berfokus pada aksesoris, mulai dari gelang, kalung, cincin, hingga jepit rambut.

Gelang menjadi produk yang paling banyak dicari dan stoknya pun melimpah. Selain itu, ia juga melayani permintaan custom untuk produk yang lebih unik, termasuk jam dinding dan dekorasi.

gelang tuai
Beberapa produk gelang dari Tuai Bunga (Sumber: Instagram @tuaibunga)

Ciri khas Tuai Bunga terletak pada penggunaan bunga-bunga pres asli, yang sebagian besar merupakan bunga liar (wild flower) seperti Semanggi, Clover, hingga Rumput Teki.

Bunga-bunga kecil seperti Babys Breath juga menjadi andalan, dipilih secara hati-hati saat masih berbentuk kuncup.

Proses penataan bunga-bunga kecil ini membutuhkan ketelitian tinggi.

Selain keindahan visual, Sekar juga menjual makna di balik setiap karyanya. 

Setiap pembelian sering disertai kartu yang menjelaskan makna dari bunga yang digunakan, bahkan ia memiliki "Flower Dictionary" (kamus makna bunga) untuk membantu pelanggan memilih bunga yang sesuai untuk hadiah dengan karakter tertentu.

Setelah menyelesaikan studinya, Sekar memutuskan untuk menyewa ruko dan menyegerakan usahanya.

Toko fisik Tuai Bunga, yang terletak di Gang Kuswaraga, Caturtunggal, Sleman, buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 8 malam.

“Kami buka sampai hari Minggu, supaya orang-orang yang bekerja saat hari biasa tetap punya kesempatan untuk ke sini (Toko Tuai Bunga) saat weekend,” tutur Sekar, Selasa, (02/12/2025).

Awalnya, Sekar mengandalkan event dan bazar untuk meningkatkan awareness produk. Ia seringkali ikut serta dalam pop-up market atau gelaran pasar artisan yang diadakan Sabtu dan Minggu.

Namun, kini ia memilih fokus pada optimasi toko fisik dan mengandalkan tempat titip jual.

Proses Kreatif dan Tantangan

Meskipun terlihat sederhana, proses pembuatan aksesoris ini penuh tantangan. 

Sekar menjelaskan bahwa ia adalah seorang otodidak dan salah satu proses yang paling tricky adalah tahap pemberian resin.

Sekar harus memastikan perbandingan bahan kimia tepat dan proses tidak mengaduknya terlalu cepat atau lambat. 

Jika ritme adukan tidak tepat, akan timbul banyak gelembung yang membuat hasil resin keruh.

Selain tantangan resin, merangkai rantai dan detail kecil lainnya juga memerlukan keterampilan khusus agar hasilnya rapi dan presisi. Hal ini menuntut kesabaran dan latihan. 

Oleh karena itu, tantangan terbesarnya dalam operasional adalah sumber daya manusia. 

Saat ini, Sekar dibantu oleh beberapa orang yang masih berstatus mahasiswa, sehingga ia harus siap merekrut dan melatih tenaga kerja baru secara berkesinambungan setiap kali stafnya lulus.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dalam ilmu pertanian dan passion yang besar terhadap seni merangkai, Sekar melalui Tuai Bunga telah membuktikan bahwa keindahan kecil dari alam dapat diabadikan menjadi karya yang bernilai, penuh makna, dan menjadi kisah sukses wirausaha muda.

Baca juga: Eco-Craft Daur Bunga: Bisnis Kreatif yang Berawal dari Hobi Mendaki

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved