Tiang Keropos karena Korosi, TPI Baron Gunungkidul Diperbaiki

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mulai melakukan perbaikan bertahap.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
KOROSI: Petugas saat mengecek tiang yang keropos karena korosi di TPI Baron Gunungkidul, Senin (17/11/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Tiang penyangga di TPI Baron Gunungkidul, mengalami keropos akibat korosi. 
  • Penyebabnya adalah intensitas air laut yang tinggi serta terpaan angin membuat korosi pada besi semakin parah dan mempercepat kerusakan.
  • Berdasarkan hasil pengecekan, satu tiang harus segera diganti untuk menjaga keamanan nelayan maupun pengunjung. 
  • Perbaikan meliputi penggantian tiang berkarat, penguatan struktur, serta pengecatan ulang untuk menambah ketahanan terhadap air laut.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tiang penyangga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Baron, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mengalami keropos akibat korosi. Kondisi ini dikeluhkan para nelayan karena dianggap membahayakan aktivitas bongkar muat ikan. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mulai melakukan perbaikan bertahap.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul  (DKP) Johan Wijayanto mengatakan kerusakan  tiang diketahui mulai keropos sejak beberapa bulan terakhir.

Korosi

Penyebabnya adalah intensitas air laut yang tinggi serta terpaan angin membuat korosi pada besi semakin parah dan mempercepat kerusakan.

Pihaknya telah menurunkan tim teknis untuk mengecek seluruh struktur penyangga di kawasan TPI Baron. 

"Berdasarkan hasil pengecekan, ada satu tiang yang memang harus segera diganti untuk menjaga keamanan nelayan maupun pengunjung. Ada material yang sudah tidak layak lagi. Kami langsung lakukan penanganan agar tidak membahayakan,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Senin (17/11/2025).

Dia menambahkan, perbaikan yang dilakukan meliputi penggantian tiang berkarat, penguatan struktur, serta pengecatan ulang untuk menambah ketahanan terhadap air laut.

Selain itu, DKP juga memastikan aktivitas bongkar muat tetap berjalan dengan sistem pengaturan area agar tidak mengganggu proses rehabilitasi.

"Perbaikan ini kategori ringan , kami menggunakan anggaran pemeliharaan. Untuk sementara, baru TPI Baron yang harus dilakukan perbaikan karena kondisinya yang membahayakan," papar dia.

Butuh perawatan

Menurutnya, kondisi kerusakan ini menjadi evaluasi penting terkait kebutuhan perawatan rutin fasilitas di kawasan pesisir, terutama yang berada di area dengan paparan garam tinggi. 

“Lingkungan pesisir punya risiko korosi lebih cepat. Karena itu, setiap tahun pengecekan rutin selalu dilakukan dan siapkan anggaran khusus untuk pemeliharaan berkala,” tuturnya.

Salah satu nelayan Baron, Mardi, menyampaikan kerusakan tiang sudah lama dikeluhkan nelayan karena menimbulkan rasa was-was saat melakukan bongkar muat. 

“Setiap kali ada angin besar, kami khawatir tiangnya roboh. Jadi memang sudah saatnya diperbaiki,” katanya.

Pihaknya pun berharap pemeliharaan rutin dapat dilakukan agar kerusakan serupa tidak terulang.

Menurutnya, fasilitas yang aman dan layak akan berdampak langsung pada kelancaran aktivitas penangkapan dan pemasaran ikan. 

“TPI ini tempat kami mencari rezeki. Kalau fasilitasnya aman, kami bekerja juga lebih tenang,” urainya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved