Indonesia Grafika Expo Jogja 2025, Panggung Inovasi Dunia Percetakan DIY
Indonesia Grafika Expo Jogja 2025 digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 5–8 November 2025
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pameran Indonesia Grafika Expo Jogja 2025 digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 5–8 November 2025
- Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara produsen mesin grafika, pelaku industri kreatif, dan pengguna akhir.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dari spanduk dan kaus hingga karya seni digital, hampir semua kini bisa dicetak.
Kalimat itu bukan sekadar slogan, tetapi semangat yang dihidupkan dalam Indonesia Grafika Expo Jogja 2025, yang menandai transformasi industri grafika menuju era tanpa batas.
Pameran yang digelar di Hall A Jogja Expo Center (JEC) pada 5–8 November 2025 ini menjadi ruang pertemuan antara produsen mesin grafika, pelaku industri kreatif, dan pengguna akhir.
Memasuki penyelenggaraan ke-12, IGE menghadirkan beragam teknologi percetakan mutakhir dan menyoroti isu keberlanjutan di tengah pesatnya perkembangan industri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, menyebut IGE bukan sekadar pameran teknologi, tetapi juga wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Yogyakarta.
Ia menegaskan, dunia grafika memiliki peran strategis dalam berbagai sektor ekonomi, dari kemasan produk hingga promosi pariwisata.
“Pameran ini bukan sekadar ajang memperkenalkan teknologi dan mesin grafika, tetapi simbol semangat kolektif untuk menghadirkan inovasi, efisiensi, serta kolaborasi dalam dunia industri,” ujar Yuna, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, grafika adalah wajah dari hampir semua kegiatan industri dan perdagangan.
Dari label hingga kemasan, percetakan menjadi bagian penting yang menentukan identitas produk dan citra usaha.
Karena itu, Yogyakarta didorong menjadi pusat desain industri kreatif dengan karya berhak cipta yang dihasilkan para desainer lokal.
Menurut Yuna, Pemerintah Daerah DIY terus memperkuat fondasi industri grafika melalui program pengembangan sumber daya manusia, fasilitasi modernisasi mesin, dan kemitraan industri.
Disperindag juga menyediakan fasilitas teknologi cetak modern yang berlokasi di Manding Bantul dan bekerja sama dengan PDIN untuk mendukung pelaku industri kecil menengah (IKM).
“Kami berharap pelaku industri grafika tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari rantai nilai industri yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Tema
Direktur Moremedia sekaligus penyelenggara pameran, Bryan Whildan Arsaha, menjelaskan bahwa Indonesia Grafika Expo 2025 mengusung tema “Everything Can Be Printed” untuk mempertemukan dunia produksi di hulu dengan pengguna di hilir.
| Merayakan Kesenian Lewat Pameran 'Art is All Around' di Hotel PORTA by Ambarrukmo |
|
|---|
| Merayakan Kesenian Lewat Pameran Art is All Around di Hotel PORTA by Ambarrukmo |
|
|---|
| Mulai Dibuka Hari Ini, Pesta Buku Jogja 2026 Digelar di GIK UGM |
|
|---|
| Ozzy Clothing Wakili Brand Jogja di INATEX 2026, Pameran Tekstil dan Garmen Terbesar Asia Tenggara |
|
|---|
| KAI Daop 6 Jadi Ruang Interaksi Lewat Pameran Sumbu Filosofi Yogyakarta dan Penanda Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Indonesia-Grafika-Expo-Jogja-2025.jpg)