Libatkan UMKM, BiosfeRun 2025 Gerakkan Roda Ekonomi 10 Desa Penyangga Borobudur
Gelaran sport tourism BiosfeRun 2025, membuktikan bahwa event olahraga lari tidak hanya soal keringat dan medali.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelaran sport tourism BiosfeRun 2025, membuktikan bahwa event olahraga lari tidak hanya soal keringat dan medali.
Lebih dari itu, acara ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung bagi masyarakat di lingkar zona otorita Badan Otorita Borobudur (BOB).
Dalam satu hari penyelenggaraan, pada 19 Oktober 2025 lalu, 10 desa penyangga yang berpartisipasi aktif berhasil mencatatkan tonggak sejarah ekonomi.
Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari kesepuluh desa itu sukses membukukan total pendapatan kolektif mencapai jutaan rupiah.
Direktur Pemasaran BOB, Harfiansa Bimatara, menyebut, BiosfeRun 2025 menyajikan dampak konkret dari kolaborasi sport tourism dan pemberdayaan komunitas.
Ia pun menegaskan, bahwa keberhasilan tersebut bukanlah kebetulan, melainkan buah dari strategi kolaborasi yang dirancang secara sadar.
"Ini merupakan bentuk kolaborasi dan juga wujud nyata untuk dapat menggerakkan ekonomi lokal," jelas Harfiansa, Kamis (23/10/2025).
Ia pun mengungkapkan, pelibatan UMKM lokal adalah sebuah keharusan dalam setiap acara yang digelar oleh BOB, bukan hanya sekadar pelengkap.
Baca juga: 5 Rekomendasi Lagu Galau Jadul Paling Ikonik : Nostalgia Patah Hati
selama BiosfeRun 2025 berlangsung, penyelenggara secara konsisten memberikan panggung utama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah itu.
Mereka tidak sekadar ditempatkan di area-area tersembunyi, melainkan disediakan ruang-ruang strategis yang berlokasi di pusat keramaian event.
Melalui booth-booth tersebut, para pelaku UMKM menjajakan beragam produk unggulan desa, mulai dari kuliner khas yang menggugah selera, kerajinan tangan unik, hingga produk-produk agrikultur lokal.
Strategi ini terbukti efektif untuk mengenalkan produk unggulan UMKM kepada ribuan pelari dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
"Kami tidak akan berhenti di BiosfeRun 2025 saja untuk melibatkan UMKM dari desa penyangga. Setiap event yang kami laksanakan harus melibatkan mereka," cetusnya.
"Tentu kami juga ikut berbahagia dengan pergerakan ekonomi hasil dari UMKM ini. Semoga ke depan kami bisa berkolaborasi dengan lebih baik lagi," pungkas Harfiansa. (aka)
| Dukung IKM Kulit Naik Kelas, Disperindag DI Yogyakarta Gelar Temu Kemitraan dan Pameran |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Signifikan, Efek Domino dan Inflasi Bayangi Daya Beli Masyarakat, UMKM Terancam |
|
|---|
| Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Danais DIY Perkuat Konektivitas Jalur Strategis YIA-Borobudur |
|
|---|
| Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa Digelar di JCM, Transaksi QRIS DIY Tumbuh Signfikan |
|
|---|
| Efek Ekonomi Embarkasi Haji Belum Terasa, DPRD Kulon Progo Dorong Pemkab Lakukan Skema Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Libatkan-UMKM-BiosfeRun-2025-Gerakkan-Roda-Ekonomi-10-Desa-Penyangga-Borobudur.jpg)