Perbaikan 63 Sekolah di Gunungkidul Ditarget Rampung sebelum Desember
Menurut Agus, percepatan pekerjaan mutlak dilakukan agar seluruh fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengebut penyelesaian sejumlah proyek rehabilitasi sekolah yang ditarget rampung sebelum memasuki Desember mendatang. Dinas Pendidikan mencatat, total ada 63 paket pekerjaan perbaikan yang tersebar di berbagai satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, dasar hingga menengah pertama.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanto, menyampaikan bahwa proyek perbaikan tersebut terbagi dalam dua skema pengerjaan. Sebanyak lima paket dikerjakan melalui mekanisme tender, sedangkan 58 paket lainnya menggunakan skema non-tender.
“Dari lima paket tender, satu telah selesai dan empat lainnya masih berjalan. Untuk non-tender, 55 paket sudah tuntas dan tiga paket sisanya ditarget selesai dalam waktu dekat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada, Senin (20/10/2025).
Menurut Agus, percepatan pekerjaan mutlak dilakukan agar seluruh fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring lapangan untuk memastikan pengerjaan sesuai jadwal sekaligus menjaga mutu bangunan.
“Kami ingin memastikan dua hal berjalan beriringan: ketepatan waktu dan kualitas konstruksi. Jangan sampai karena mengejar target, kualitas justru terabaikan,” kata dia.
Seluruh pembiayaan program perbaikan ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Untuk paket pembangunan melalui tender, pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp3,82 miliar. Adapun untuk skema non-tender, total dana yang dialokasikan sebesar Rp7,88 miliar.
"Anggaran tersebut difokuskan untuk memperbaiki ruang kelas, sanitasi, hingga fasilitas pendukung lain yang dinilai mendesak," paparnya.
Pihaknya berharap peningkatan sarana fisik ini dapat berdampak langsung pada kenyamanan proses belajar-mengajar. Agus menyebut, sekolah-sekolah yang mendapat intervensi perbaikan merupakan satuan pendidikan dengan kebutuhan mendesak berdasarkan hasil verifikasi teknis.
“Prioritas kami adalah memberi rasa aman bagi siswa dan guru. Infrastruktur yang layak adalah fondasi dari layanan pendidikan yang berkualitas,” tuturnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Gunungkidul, Lasarus Arintoko mengatakan
pihaknya akan mengawasi ketat proses pengerjaan agar anggaran yang digelontorkan benar-benar menghasilkan perbaikan yang layak.
“Target penyelesaian sebelum Desember tentu kami apresiasi, tetapi pengawasan tetap menjadi kunci. Jangan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga harus memenuhi standar mutu,” ujarnya.
DPRD juga meminta Dinas Pendidikan memastikan distribusi program perbaikan merata dan tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah di pusat kota namun juga mencapai sekolah pinggiran.
“Sekolah di wilayah pinggiran sering kali punya kondisi yang lebih memprihatinkan. Kami berharap pemerataan menjadi prinsip utama,” urainya (ndg)
| PKB DIY Angkat Sosok 'Kartini Nyata', Perjuangan Perempuan Inspiratif dari Berbagai Wilayah di DIY |
|
|---|
| Nomor Kanal Aduan WhatsApp Disparekrafpora Gunungkidul, Wisatawan Bisa Laporkan soal Layanan Wisata |
|
|---|
| Hanya Sisakan 24 Amplop, Pencuri di Gunungkidul "Kuras" Kotak Sumbangan Pengantin Saat Subuh |
|
|---|
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sekolah-gratis.jpg)