15 SMK Terbaik Siap Berlaga di Babak Final Olimpiade Jaringan MikroTik 2025 di Yogyakarta
Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar SMK untuk menunjukkan kreativitas dan kompetensi dalam membangun serta mengelola jaringan komputer.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbaik dari seluruh Indonesia siap bersaing dalam babak final Olimpiade Jaringan MikroTik (OJM) 2025 yang akan digelar pada 20–24 Oktober 2025 di kantor PT Citraweb Solusi Teknologi, Yogyakarta.
Kompetisi ini merupakan ajang tahunan bagi siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA) untuk unjuk kemampuan di bidang teknologi jaringan komputer.
OJM diselenggarakan oleh PT Citraweb Solusi Teknologi bekerja sama dengan MikroTik Latvia.
Sejak pertama kali digelar pada 2016, ajang ini menjadi wadah bagi pelajar SMK untuk menunjukkan kreativitas dan kompetensi dalam membangun serta mengelola jaringan komputer.
Perwakilan MikroTik Latvia, Edmunds Aperans, menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat pelajar Indonesia.
“Kami bangga melihat bagaimana Olimpiade Jaringan MikroTik terus menginspirasi para pelajar di Indonesia untuk menjelajahi dunia teknologi jaringan. Dedikasi sekolah dan guru di Indonesia benar-benar luar biasa,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).
Babak penyisihan OJM 2025 diikuti 481 sekolah dari seluruh Indonesia dan berlangsung dalam tiga tahap: tes tertulis online, pembuatan video tutorial bertema MikroTik Advanced Traffic Control, dan wawancara teknis.
Dari proses seleksi tersebut, terpilih 15 finalis yang akan bersaing di Yogyakarta.
Beberapa di antaranya adalah SMK Negeri 7 Jakarta, SMK Negeri 1 Tenggarong (Kaltim), SMK Negeri 2 Depok (DIY), SMK Kristen Petra Surabaya, hingga SMK Negeri 1 Denpasar (Bali) dan SMK Negeri 2 Bombana (Sulawesi Tenggara).
Menurut Pujo Dewobroto, Senior Manager PT Citraweb, tahun ini banyak peserta menampilkan solusi kreatif di luar ekspektasi juri.
“Ada sekolah yang berani menggabungkan fitur MikroTik yang tidak ada di konsep kami, tapi secara teknis berhasil dan bisa dijelaskan dengan baik. Bahkan beberapa peserta mengangkat permasalahan nyata di sekolahnya sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur PT Citraweb Solusi Teknologi Valens Riyadi menegaskan, tujuan utama OJM adalah membentuk generasi engineer muda yang tangguh dan profesional.
“Kami mencari pelajar dengan pola pikir engineer sejati yang mampu berpikir logis, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah secara kreatif dan terukur,” katanya.
Pada babak final para finalis mengikuti sesi bootcamp bersama trainer bersertifikat MikroTik. Mereka akan mempelajari topik “Traffic Control” yang mencakup DHCP, Firewall Filter, NAT, dan Quality of Service (QoS).
Tiga tim terbaik akan melaju ke grand final, di mana mereka diuji untuk berpikir cepat dan mempertahankan solusi teknis di bawah tekanan waktu. (*)
| Laga Kandang PSIM Yogyakarta vs Persija Resmi Dipindah ke Bali, Digelar Tanpa Penonton |
|
|---|
| Tim Taekwondo SD Pedagogia Berjaya di Sleman Battle Arena 2026 |
|
|---|
| Mahasiswa Teknik Geologi UPNVY Gelar Aksi Bersih-bersih dan Tanam Pohon di Pantai Trisik Kulon Progo |
|
|---|
| Seorang Lansia di Umbulharjo Yogyakarta Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah |
|
|---|
| Kisah Azizah, Bocah 6,5 Tahun di Kota Yogyakarta Cari Rongsok hingga Rawat Ayah Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Olimpiade-Komputer-Jaringan-di-Yogya.jpg)