DPP Gunungkidul Imbau Petani Waspada Serangan Hama di Musim Pancaroba
Perubahan cuaca yang tidak menentu berisiko memicu perkembangan berbagai jenis hama, terutama pada komoditas padi
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mengimbau para petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan hama tanaman saat musim pancaroba kali ini.
Perubahan cuaca yang tidak menentu berisiko memicu perkembangan berbagai jenis hama, terutama pada komoditas padi dan palawija yang saat ini mulai memasuki masa tanam.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan kondisi cuaca yang bergeser dari kemarau ke penghujan kerap menjadi momentum berkembangnya organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti wereng batang cokelat, ulat grayak, tikus, dan keong mas.
Pola hujan yang tidak merata juga dapat menyebabkan kelembapan tinggi di lahan, yang menjadi situasi ideal bagi hama untuk berkembang biak.
“Musim pancaroba ini harus diantisipasi dengan serius. Kami meminta petani rutin melakukan pengamatan dini di lahan, karena serangan hama pada fase awal tanam bisa menyebabkan kerugian signifikan,” ujarnya, pada Minggu (19/10/2025).
Pihaknya juga menginstruksikan petugas PPL di seluruh kapanewon untuk memperkuat pengawasan di lapangan dan memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani.
Selain itu, dinas mendorong petani menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT) dengan langkah-langkah preventif seperti sanitasi lahan, pergiliran tanaman, dan pengaturan jarak tanam agar sirkulasi udara lebih baik.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga membuka layanan pelaporan cepat jika ditemukan gejala serangan hama di lahan pertanian.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons dan meminimalkan dampak terhadap produktivitas.
“Kami minta petani tidak menunggu sampai serangan meluas. Begitu ada indikasi, segera laporkan agar bisa ditangani bersama,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menambahkan agar petani juga melakukan pengecekan saluran air secara berkala, terutama di lahan persawahan yang berada di dataran rendah dan rawan tergenang.
Petani diminta membersihkan saluran dari sumbatan rumput liar atau endapan lumpur agar air bisa mengalir lancar ke parit pembuangan.
Langkah sederhana ini dinilai dapat mengurangi risiko serangan hama hingga lebih dari 30 persen.
"Di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif air hujan sering turun secara tiba-tiba dengan intensitas tinggi mengakibatkan genangan di area persawahan. Kalau ada drainase tidak tertata dengan baik maka genangan yang bertahan terlalu lama bukan hanya mengganggu pertumbuhan akar tanaman, tetapi juga membuat hama dan bakteri dapat merusak tanaman," ujarnya.
| Dari Jalanan ke Lahan, Kisah Petani Punk di Jogja Jadi Pemasok Bahan Pangan MBG |
|
|---|
| BMKG: DIY Masih Akan Diguyur Hujan di Sepanjang April, Ini Alasannya |
|
|---|
| Transformasi MPM Muhammadiyah Kuatkan Difabel hingga Petani Menuju Kemandirian |
|
|---|
| Menanam Asa di Tanah Handayani, Kala Petani Punk Gunungkidul 'Gerilya' Pasok Dapur MBG |
|
|---|
| Sereal Diet Asal Jogja Ini Boyong Produk Petani Lokal ke Meja Makan Kaum Urban |
|
|---|