Malam Tirakatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Sleman, Ini Pesan Sri Sultan HB X

Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai mitos sejarah, melainkan harus dipraktikkan sebagai ideologi yang membimbing kehidupan berbangsa

Tayang:
Dok.Istimewa
KESAKTIAN PANCASILA - Malam Tirakatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Monumen Pahlawan Pancasila, Sleman, Selasa (30/9/2025). Acara ini menjadi momentum refleksi agar Pancasila tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi dihidupkan sebagai pedoman praktis dalam kehidupan berbangsa. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pancasila harus hadir sebagai pedoman hidup bangsa di era modern, bukan hanya dikenang sebagai warisan sejarah.

Pesan itu mengemuka dalam Malam Tirakatan Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak) 2025 di Monumen Pahlawan Pancasila, Sleman, Selasa (30/9/2025).

Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, yang membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menekankan perlunya bangsa melakukan introspeksi sekaligus retrospeksi.

Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai mitos sejarah, melainkan harus dipraktikkan sebagai ideologi yang membimbing kehidupan berbangsa.

“Introspeksi terhadap jatidiri Bangsa Indonesia, apakah masih tetap konsisten menjadikan NKRI sebagai negara-bangsa, serta Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Retrospeksi dengan nitik-laku, menengok jejak sejarah pergulatan bangsa, untuk niti-laku, mengkaji dan menguji potret perjuangan masa lalu dalam berbagai zaman, lalu napak-laku ketauladanan para Pendiri Bangsa,” ujar Aria.

Ia menambahkan, Pancasila harus dijadikan pegangan dalam menghadapi persoalan bangsa, termasuk perbedaan dan konflik.

“Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi praktis, maka setiap tantangan, perbedaan, dan konflik apa pun, dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat. Karena memiliki landasan nilai-nilai, atas dasar prinsip musyawarah dan mufakat, yang benar-benar hidup di masyarakat,” tuturnya.

Menurut Aria, pembangunan nasional yang dijalankan juga harus benar-benar memberi manfaat dan keadilan bagi rakyat, bukan sekadar slogan.

“Dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat, kita yakin bisa mengatasi tantangan yang ada. Bersama, kita akan bangkit dan membangun masa depan yang lebih baik, seiring semangat Pancasila sebagai Perekat Bangsa, Menuju Indonesia Raya,” pungkasnya.

Asisten Sekda DIY Bidang Administrasi Umum sekaligus Ketua Umum Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025, Ir. Srie Nurkyatsiwi, menyampaikan laporan kegiatan. Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini adalah “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.”

“Adapun rangkaian kegiatan pokok dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 adalah sebagai berikut. Pertama, pada tanggal 30 September 2025 pukul 19.00 WIB dilaksanakan Malam Tirakatan di Monumen Pahlawan Pancasila dengan narasumber Profesor Suwarno dan diikuti oleh ASN Pemda DIY, organisasi masyarakat, mahasiswa, siswa siswi SMA/SMK di Kabupaten Sleman, serta penampilan kesenian dari SMK Negeri 2 Yogyakarta,” jelasnya.

Ia menambahkan, keesokan harinya juga digelar upacara peringatan secara serentak di berbagai daerah.

“Di tingkat daerah, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 dilaksanakan di kantor pemerintah provinsi, kabupaten/kota mulai pukul 08.00 waktu setempat. Serta untuk DIY, upacara dilaksanakan terpusat di lapangan Monumen Pancasila dengan peserta upacara meliputi unsur TNI Polri, ASN Pemerintah Daerah DIY, ASN instansi vertikal, organisasi masyarakat, mahasiswa universitas di DIY, dan perwakilan siswa SMP dan SMA di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Malam tirakatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD DIY, aparatur sipil negara, organisasi masyarakat, mahasiswa, hingga pelajar SMA/SMK. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved