Kata Wabup Gunungkidul soal Pola Asuh Anak di Era Digital

Ia menambahkan, meskipun teknologi tidak bisa dihindari, fondasi utama pola asuh tetap bertumpu pada kasih sayang,

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Dok.Istimewa
Foto dok ilustrasi Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJAM.COM, GUNUNGKIDUL - Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, mengimbau adanya sinergi antara pemerintah, Tim Penggerak PKK, sekolah, hingga tokoh masyarakat dalam mendukung pola asuh anak di era digital.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak penting agar tumbuh kembang anak berjalan sehat sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

“Era digital membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi memberi peluang ilmu dan kreativitas tanpa batas, tetapi di sisi lain menghadirkan tantangan serius seperti paparan konten negatif, perundungan siber, hingga kecanduan gawai. Karena itu, orang tua dan pendidik perlu melek digital, tidak cukup hanya mengandalkan pola asuh konvensional,” kata Joko, Rabu (17/9/2025).

Ia menambahkan, meskipun teknologi tidak bisa dihindari, fondasi utama pola asuh tetap bertumpu pada kasih sayang, komunikasi sehat, dan keteladanan. Nilai budaya lokal juga bisa dijadikan pijakan agar anak tidak kehilangan jati diri.

“Kalau lingkungan sekitar peduli, anak-anak akan tumbuh lebih percaya diri dan terlindungi. Sinergi ini penting supaya anak merasa didampingi, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat,” ujarnya.

Wabup menegaskan, Gunungkidul berkomitmen menjadikan pola asuh berbasis sinergi ini sebagai gerakan bersama.

 “Kami ingin Gunungkidul bisa menjadi contoh bagaimana kolaborasi antar unsur masyarakat mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pokja I, Atik Wulandari, menilai bahwa pola asuh berbasis budaya menunjukkan hasil positif. Hal itu tampak dari antusiasme anak-anak yang menampilkan permainan tradisional sebagai bagian dari kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan program ini hanya dapat tercapai jika ada keterlibatan semua pihak. 

“Pola asuh tidak bisa dibebankan kepada orang tua saja. Peran sekolah, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan bersama agar anak-anak tumbuh di lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung,” ujarnya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved