Bantul Berdayakan Kaum Rois

Salah satu acara pemberdayaan kaum rois itu dilaksanakan di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan pada Selasa

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
PEMBERDAYAAN: Gelaran pemberdayaan kaum rois di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul pada Selasa (16/9/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berupaya memberdayakan kaum rois. Salah satu acara pemberdayaan kaum rois itu dilaksanakan di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan pada Selasa (16/9/2025) dan dihadiri oleh 135 kaum rois.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang diwakilkan oleh Fungsional Analis Kebijakan Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantul, Anang Aji Dewantono, berujar, pemberdayaan kaum rois dilakukan dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama dan Juru Sembelih Halal setempat.

"Jadi, untuk narasumber dari Kementerian Agama itu memaparkan terkait dengan fikih kurban. Sedangkan, narasumber dari Juru Sembelih Halal memaparkan terkait teknik penyembelihan hewan kurban yang aman, halal, sehat, dan bersih," katanya, di sela-sela pelaksanaan pemberdayaan kaum rois.

Tidak hanya itu saja, pihaknya bersama Baznas setempat turut memberikan uang pembinaan kepada sejumlah kaum rois. Itu semua dilakukan oleh Pemkab Bantul untuk memberikan atensi atau perhatian kepada kaum rois di Bumi Projotamansari.

"Memang, momen kurban atau Idul Adha ke depan masih cukup jauh. Tapi itu tidak apa-apa, tidak masalah, dan kita juga perlu evaluasi untuk momen kurban sebelumnya. Kegiatan ini kan juga untuk mengetahui dan mengevaluasi dari kurban sebelumnya, apa saja yang kurang dan perlu dibenahi," ujar dia.

Lanjut Dewantono, tata cara untuk merubuhkan hewan kurban yang baik perlu dipersiapkan sejak dini. Bahkan dalam kegiatan pemberdayaan kaum rois itu, pihaknya juga menghadirkan tayangan video dan cara merubuhkan hewan kurban yang tepat.

"Jadi, kita ada 20 titik dari 17 kapanewon di Kabupaten Bantul yang akan mendapatkan pemberdayaan kaum rois. Artinya, satu kapanewon yang akan mendapatkan pemberdayaan kaum rois dengan dua titik. Itu karena jumlah penduduknya banyak, jadi pelaksanaannya dibagi dua," urainya.

Sementara itu, Plt Panewu Kasihan, Anton Yulianto, menyambut positif kegiayan yang ada di Kapanewon Kasihan tersebut. Sebab, ia menilai bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat.

"Karena kaum rois ini merupakan pelayanan masyarakat yang setiap hari selalu harus memberikan beberapa hal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya, dalam pembinaan keagamaan dan kegiatan sosial," ucapnya. 

Ia berharap, apa yang disampaikan oleh para narasumber tersebut dapat diaplikasikan oleh kaum rois dan masyarakat. Dengan begitu, dampak positif dari kegiatan itu diharapkan dapat langsung terasa oleh masyarakat. 

"Tadi ada materi terkait teknis untuk pengadaan hewan kurban dan penyembelihannya, sehingga diharapkan penanganan hewan kurban mulai dari persiapan, penyembelihan, pemotongan, dan sebagainya bisa dijamin dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam," pinta dia.(nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved