DKPP Bantul Gencarkan Pengendalian Hama Tikus Lewat POPT

Pengendalian hama tikus dilakukan melalui kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanaman (POPT) dengan fokus hama tikus secara berkala

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul berupaya melakukan pengendalian hama tikus yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Sleman atau tepat di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu.

Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menyebut, daerah tersebut terdapat cukup rawan hama tikus, dikarenakan beberapa hal termasuk kawasan pertanian padi yang luas. Kondisi itu menjadi sumber pakan melimpah bagi hama tikus. 

"Di wilayah Moyudan, Kabupaten Sleman itu, banyak tikus. Makanya, daerah Argomulyo yang berbatasan dengan Sleman itu kami lakukan kegiatan pengamanan hama tikus," katanya, Kamis (22/1/2026).

Disampaikannya, pengendalian hama tikus dilakukan melalui kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanaman (POPT) dengan fokus hama tikus secara berkala, dengan melibatkan petani, penyuluh pertanian.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui Kementerian Pertanian. Kegiatan POPT tersebut menjadi langkah strategis terhadap pengendalian hama tikus, sehingga diharapkan tidak mengganggu hasil panen Bantul

"Di sana itu, ada pengembangan demplot POPT khususnya hama tikus dan salah satunya ada paket dengan mendapatkan bantuan combine harvester. Jadi, diharapkan produksi pertanian bagus," ujar dia.

Selain itu, kata Joko, kegiatan POPT dapat memberikan rasa aman bagi kelompok tani untuk terus mengoptimalkan masa tanam dan mendukung produksi pertanian yang melimpah di Bumi Projotamansari. 

"Di Agomulyo yang berbatasan dengan Sleman perlu antisipasi, jangan sampai di sana ada serangan hama tikus, yang kedua jangan sampai sawah tidak ditanami karena petaninya takut tikus," pinta dia.

Kendati demikian, Joko menyebut bahwa kondisi hama tikus tidak hanya terjadi di kawasan pertanian Argomulyo saja, serangan hama tikus pada lahan pertanian juga sebenarnya dialami di wilayah lain, namun dampaknya tidak merusak.

"Ada, tapi hanya kecil kecil tersebar di beberapa wilayah termasuk Bantul juga ada, di wilayah Bambanglipuro juga ada. Meskipun demikian,yang rusak akibat hama tikus tidak banyak, hanya spot-spot saja dan itu tidak begitu fatal," tandas dia.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved