Viral Lokal

Rekan Sesama Aktivis Benarkan Soal Pengkapan Humas Gejayan Memanggil 

Syahdan Husein selaku Humas Gejayan Memanggil diamankan polisi pada Senin malam (1/9/2025) sekitar pukul 23.00 WITA.

|
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
DOK. PEXELS/Ron Lach
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivis Gejayan Memanggil, Syahdan Husein, dikabarkan ditangkap polisi di Bali.

Syahdan Husein selaku Humas Gejayan Memanggil diamankan polisi pada Senin malam (1/9/2025) sekitar pukul 23.00 WITA.

Rekan sesama admin gerakan Gejayan Memanggil yang akrab disapa Abe, membenarkan adanya kabar tersebut.

"Iya, ketangkap bang Syahdan. Info dari jaringan di Bali (ditangkap) sekitar jam 23.00 (malam) waktu setempat," katanya, saat dikonfirmasi, Selasa (2/9/2025) malam.

Abe menyampaikan Syahdan diamankan di salah satu daerah di Bali. 

Pihaknya terus berkomunikasi dengan rekan sesama aktivis di Bali terkait penangkapan Syahdan tersebut.

"Bang Syahdan masih bagian Gejayan Memanggil waktu ditangkap, cuma untuk perannya soal penangkapan ini kami belum tercopy," terang dia.

Sebagai informasi, sebelum kabar penangkapan ini mencuat, Syahdan sempat muncul melalui video klarifikasi sekaligus bantahan atas tudingan penggelapan hasil donasi aksi 25 Agustus 2025 di berbagai titik yang ditujukan kepada dirinya.

Syahdan Husein yang mengaku sebagai Humas Gejayan Memanggil dituduh telah memakai dana donasi aksi untuk dipergunakan liburan di Pulau Bali.

Tuduhan ini muncul seiring serangan praktik doxing oleh berbagai akun media sosial X (Twitter) yang menyasar dirinya.

Dia turut membagikan beberapa potongan layar memuat narasi penggelapan dana dan kompilasi foto-foto Syahdan yang diunggah ke X.

"Pembukaan donasi baru saja dicantumkan dan hingga saat ini tercatat belum sempat ada dana donasi yang masuk, selain (dari) salah satu organisasi yang tidak bisa saya sebutkan namanya di sini, dengan jumlah 500 ribu," kata Syahdan melalui video klarifikasi yang dibagikan, Senin (25/8/2025) malam.

Dia menyebut tudingan itu merupakan fitnah yang dibarengi doxing untuk menyerang secara pribadi. 

Termasuk upaya melemahkan dan mendelegitimasi gerakan sipil yang marah dengan situasi politik nasional. 

"Upaya doxing ini terindikasi sangat kuat dan sistematis, tujuannya membunuh karakter saya secara personal, dinilai dari bukti foto-foto yang sengaja diedarkan, terbukti bahwa saya dikuntit dan dipantau di tempat-tempat publik dan termasuk ruang privacy saya," paparnya.

"Saya ajukan bukti-bukti untuk membantah tuduhan receh ini semua, bukti penggelapan uang donasi itu tidak pernah ada, dan sekaligus sama sekali tidak saya lakukan," sambung Syahdan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved