Kemarau Basah, Gunungkidul Masih Aman dari Ancaman Kekeringan

Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan kondisi tersebut terjadi karena tahun ini berlangsung fenomena kemarau basah.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com/Alexander Ermando
KEMARAU BASAH: Foto dok ilustrasi. Salah satu truk tangki milik BPBD Gunungkidul yang digunakan untuk dropping air bersih. Program dropping berpotensi dihentikan lebih awal lantaran hujan saat ini mulai turun. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUN JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL- Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul memastikan hingga awal September ini belum menerima laporan adanya kekeringan lahan pertanian di wilayahnya.

Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan kondisi tersebut terjadi karena tahun ini berlangsung fenomena kemarau basah. Situasi ini membuat curah hujan masih turun di sejumlah wilayah meskipun memasuki musim kemarau. 

"Sejauh ini belum ada laporan dari petani maupun kelompok tani terkait kekeringan lahan. Curah hujan masih ada sehingga kebutuhan tanaman pertanian relatif tercukupi,” ujar Raharjo, Senin (1/9/2025).

Dia menambahkan, meskipun kondisi masih cukup aman, pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang mungkin terjadi bila hujan sudah tidak turun sama sekali.

"Kalau nanti hujan sudah tidak turun sama sekali, baru ada potensi kekeringan. Namun sampai saat ini kondisi lahan pertanian masih terjaga,” jelasnya.

Raharjo juga mengimbau petani untuk tetap bijak dalam mengelola lahan, termasuk memanfaatkan sistem irigasi yang ada, agar produksi pertanian tidak terganggu.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi berupa penyediaan pompanisasi di sejumlah titik serta koordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap aman.

"Kalau memang nanti ada wilayah yang mengalami kekeringan, kami sudah punya opsi penanganan dengan pompanisasi maupun dukungan distribusi air. Jadi petani tidak perlu khawatir, yang penting tetap melapor jika ada kendala,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan stok air bersih yang sedianya untuk menanggulangi ancaman kekeringan belum ada yang terpakai. 

Stok untuk kekeringan itu kan 1.500 tangki, sampai saat ini belum ada yang disalurkan karena tidak ada permintaan," ucapnya.

Ia mengatakan belum adanya permintaan air bersih dikarenakan masih berlangsungnya musim kemarau basah. Hal ini membuat sejumlah wilayah yang biasanya terancam kekeringan masih mendapatkan curah hujan.

"Musim kemarau basah itu hujan masih ada, jadi masyarakat yang biasanya saat seperti ini sudah kesulitan air, namun karena masih ada hujan, jadi masih ada tampungan," ujarnya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar memanfaatkan dengan baik air hujan dengan menampung pada tandon air. Serta, tetap menghemat air agar digunakan secukupnya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved