Keracunan MBG di Berbah

Kasus Berulang di Yogyakarta Siswa Keracunan Seusai Menyantap Menu MBG

keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta menimpa siswa dan guru SMP Negeri 3 Berbah

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
MAKAN BERGIZI GRATIS : Pelajar di SD Negeri Semen, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo menikmati jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (20/02/2025). 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi menyampaikan bahwa laporan dugaan keracunan diterima sekitar pukul 7.30 WIB, Kamis pagi.

"Ada beberapa sekolah yang melaporkan, meliputi SMP Negeri 2 Wates, SMP Muhammadiyah 2 Bendungan, SDN Triharjo, dan SDN Sogan," kata Nur pada wartawan.

Berdasarkan penelusuran sementara, gejala keracunan diduga berasal dari menu MBG yang mereka santap sehari sebelumnya, atau Rabu (30/07/2025). 

Gejalanya baru muncul hari ini saat para pelajar sudah ada di sekolah.

Menurut Nur, hampir semua dari 380 pelajar SMPN 2 Wates mengalami gejala keracunan

Menyusul 30 pelajar dari SMP Muhammadiyah 2 Bendungan, 6 pelajar SDN Triharjo, dan 2 pelajar SDN Sogan.

Hasil Lab

Setelah kasus keracunan di Kulon Progo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo telah menerima hasil pemeriksaan sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kulon Progo, Arif Mustofa menjelaskan sampel makanan diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta. 

Selain makanan, sampel diambil dari cairan muntahan dan feses dari pelajar yang bergejala.

"Ada 3 kloter sampel makanan yang diambil, yang berasal dari nasi putih, daging ayam, sayur tumis, tahu goreng, dan semangka," jelas Arif di Kantor Dinkes Kulon Progo, Rabu (20/08/2025).

Berdasarkan pemeriksaan BLKK, ditemukan 3 bakteri dalam sampel makanan yaitu E. Coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus Cereus. 

Pada cairan muntah ditemukan Bacillus Cereus, dan di feses terdapat E.Coli.

Menurut Arif, temuan tersebut memastikan makanan yang dikonsumsi para pelajar saat itu sudah terkontaminasi bakteri. 

Namun pihaknya tidak bisa menarik kesimpulan penyebab utama masuknya bakteri ke makanan.

"Penyebabnya multifaktor, bisa dari bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pengemasan, atau saat konsumsi di sekolah," ujarnya.

Tujuan Mulia tapi..

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved