ASN Kemlu Asal Jogja Meninggal

Reaksi Polisi Dengar Info WhatsApp Diplomat Kemenlu Arya Daru Sempat Aktif

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan belum sepenuhnya berakhir meski Polda Metro Jaya telah menyimpulkan Arya tewas tanpa keterlibatan orang lain. 

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Instagram @ddaru_chee
Foto Arya Daru Pangayunan, diplomat Kemlu yang ditemukan meninggal dunia di kosnya di Jakarta, 8 Juli 2025 

Pada awal karirnya, Arya Daru muda yang sudah menikah bekerja sebagai tutor bahasa Inggris di Jakarta.

Dia kos di daerah kelapa gading, Jakarta dengan status menikah muda. 

Hingga pada momen tertentu, dia melihat rekan satu profesi tutor bahasa Inggris mendaftar sebagai lokal staf di Kanada.

Arya Daru pun mendapatkan ide untuk melakukan langkah serupa.

Namun Arya Daru mendaftar sebagai lokal staf Myanmar.

Baca juga: Ayah Arya Daru Pangayunan Terlihat Syok, Minta Presiden Turun Tangan Pecahkan Misteri Kematian ADP

"Kala itu dia belum berstatus ASN, dia bekerja disana untuk membiayai istrinya yang sudah hamil itu,"kata Subaryono.

Ketika berada di Myanmar, takdir berkata lain, lulusan hubungan Internasional UGM itu bertemu dengan seorang diplomat.

"Doktor Sigit, seorang diplomat yang tahu kemampuan Daru, kemudian dia diangkat sebagai asiten utamanya, dibidang politik,"kata Ayah Daru.

Pada 2013, Arya Daru mengikuti tes, kemudian pada 2014 diterima sebagai ASN di Kemenlu.

Pada perjalanan karirnya sebagai ASN Kemenlu, dengan skema tertentu, Arya Daru bekerja di dua negara, Timor Leste dan Argentina. 

"Dia selalu mengabarkan keberadaanya kepada kami, karena sudah canggih tak ada jarak."katanya.

Selanjutnya, Subaryono ayah Arya Daru ini juga mengungkapkan, ada momen Arya Daru memberitahukan bahwa dirinya ditempatkan direktorat perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Oke, terus, kerjaan itu mungkin tak seperti yang ada di tv, yang mana diplomat pakai jas, dasi, masuk ruangan untuk melakukan negosiasi atau apa,"kata Subaryono menirukan perkataan anaknya. 

Arya Daru mengatakan kepada ayahnya yang akrab panggil Dad bahwa pekerjaan itu harus siap dipanggil kapan saja jika dibutuhkan untuk perlindungan WNI. 

"Karena dunia ini kan 24 jam, tak bisa bekerja dijam Indonesia, diceritakan yang bersifatnya kemanusiaan,"ujarnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved