Jatuh dari Pohon Kelapa, Pria Lansia di Temon Kulon Progo Meninggal Dunia

S (67), pria lanjut usia (lansia) asal Kapanewon Temon, Kulon Progo ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (23/08/2025).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUN JOGJA/Humas Polres Kulon Progo
JATUH DARI POHON - Proses evakuasi jasad S di Kapanewon Temon, Kulon Progo, Sabtu (23/08/2025). S meninggal dunia seusai terjatuh dari pohon kelapa yang sedang dipanjatnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - S (67), pria lanjut usia (lansia) asal Kapanewon Temon, Kulon Progo ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (23/08/2025).

Ia meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa yang sedang dipanjatnya.

Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko menyampaikan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Temon sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu siang.

"Lokasi kejadian di wilayah Padukuhan Kaliwangan Lor, Kalurahan Temon Kulon, Kapanewon Temon," jelasnya memberikan keterangan pada Minggu (24/08/2025).

Menurut keterangan warga, S awalnya sedang berada di kebun kelapa untuk memetik buahnya. 

Ia datang bersama seorang rekan ke kebun tersebut dan mulai beraktivitas memanjat pohon kelapa sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat sedang beraktivitas, warga di sana mendengar suara seperti benda terjatuh.

Warga pun langsung mendekat untuk mengecek dan ternyata yang terjatuh adalah S yang sebelumnya sedang memanjat pohon.

"S terjatuh dalam kondisi tengkurap di sisi timur dari pohon yang dipanjatnya," kata Sarjoko.

Warga tersebut kemudian meminta tolong warga lainnya untuk menolong S. Saat hendak dievakuasi, S disebut masih bernapas namun dengan kondisi luka-luka di tangan kirinya.

Saat hendak dibawa ke mobil yang akan mengantarnya ke rumah sakit, S sudah tidak sadarkan diri. Warga pun memutuskan melapor ke Polsek Temon melalui Bhabinkamtibmas setempat.

Anggota Polsek Temon kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus mengecek kondisi S. 

Menurut Sarjoko, S dinyatakan sudah meninggal dunia oleh petugas yang memeriksanya.

"Jasad S kemudian dievakuasi untuk diserahkan ke pihak keluarga," ujarnya.

Sarjoko menyebut keluarga S menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki penyelidikan lebih lanjut. Jasad S pun telah diserahkan untuk selanjutnya dimakamkan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved