Volume Layanan Angkutan Barang KAI Daop 6 Yogyakarta Meningkat 8 Persen

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan pertumbuhan ini selaras dengan meningkatnya permintaan pelanggan

Istimewa
ANGKUTAN BARANG KAI: Sepanjang Juli 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta mengangkut total 35.480 ton barang, tumbuh 8 persen dibandingkan Juni 2025. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Volume layanan angkutan barang KAI Daop 6 Yogyakarta meningkat 8 persen pada Juli 2025. Sepanjang Juli 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta mengangkut total 35.480 ton barang, sementara pada Juni 2025 sebanyak 32.711 ton.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan pertumbuhan ini selaras dengan meningkatnya permintaan pelanggan terhadap moda transportasi barang berbasis kereta api. Kapasitas angkutan yang besar dan ketepatatan waktu menjadi alasan tingginya permintaan pengiriman. 

"Pada Juli 2025, realisasi tingkat ketepatan keberangkatan dan kedatangan kereta barang Daop 6 mencapai 100 persen,” katanya, Kamis (21/08/2025). 

Ia menerangkan BBM menjadi komoditas dengan pengiriman tertinggi. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat selama momen libur sekolah. 

Sepanjang Juli 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta mengangkut bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 29.647 ton, barang hantaran paket (BHP) sebanyak 388 ton, dan 4.074 ton untuk komoditi lainnya. 

Menurut dia, angkutan barang menggunakan kereta api menawarkan keamanan tinggi, bebas pungutan liar, dikelola oleh sumber daya manusia profesional dan tersertifikasi.

Di samping itu juga berkontribusi pada efisiensi biaya logistik, pengurangan kemacetan, penurunan emisi polusi, dan meminimalkan kerusakan jalan raya akibat kendaraan berat. 

”KAI akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pelaku usaha di wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta, untuk memaksimalkan layanan angkutan barang melalui kereta api. Kami optimistis volume angkutan akan terus tumbuh, seiring komitmen KAI dalam mendukung sistem logistik ramah lingkungan dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” pungkasnya. (maw) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved