Tren Emas Digital Meningkat, Total Kelolaan Emas BSI di DIY dan Jateng Capai 1,83 Ton

Emas digital kini menjadi pilihan masyarakat di DIY. Hal itu karena pembelian emas digital relatif mudah.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
BYOND BYBSI - Area Operations & Service Manager BSI Area Yogyakarta, Hafid Syafriadi menunjukkan fitur BYOND by BSI untuk pembelian emas, Selasa (17/3/2026). 

 

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Emas digital kini menjadi pilihan masyarakat di DIY. Hal itu karena pembelian emas digital relatif mudah.

Area Operations & Service Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Yogyakarta, Hafid Syafriadi mengatakan sejak layanan bullion bank diluncurkan pada 26 Februari 2025 lalu, emas kelolaan BSI mencapai 22,5 ton.

Sementara untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah sebanyak 1,83 ton.

Meski harga emas cenderung naik, namun peminatnya tetap tinggi.

“Emas batangan yang terkecil saat ini sudah susah mendapatkan. Makanya trennya itu sekarang beralih ke digital. Nah BSI hadir di situ, ada fitur BYOND by BSI. Harga jual dan harga beli realtime,” katanya, Selasa (17/3/2026).

Ia menyebut saat ini emas digital tidak hanya diminati oleh generasi milenial, tetapi juga gen Z. Hal itu menunjukkan generasi muda sudah mulai menyadari keunggulan investasi emas yang aman dan sesuai syariah.

“Biasanya trennya anak muda membeli pas harganya rendah. Tetapi memang harus selalu melakukan pengecekan (harga emas) secara rutin,” sambungnya.

Sementara itu, RCEO BSI Region VII Semarang, Ficko Hardowiseto menerangkan pihaknya terus mengembangkan berbagai produk dan layanan emas yang terintegrasi, termasuk BSI Emas, cicil emas, hingga gadai emas

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BSI dalam membangun ekosistem emas yang kuat dan berkelanjutan di Tanah Air. 

“Kami melihat potensi emas sebagai instrumen investasi yang stabil sekaligus memiliki nilai lindung terhadap inflasi. Oleh karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur digital serta memperluas jangkauan layanan emas kepada masyarakat,” terangnya.

Dengan tingginya minat masyarakat untuk investasi emas, Area Manager BSI Area Yogyakarta, Muhammad Taqiyuddin mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala bentuk modus penipuan dan penipuan. 

“Untuk itu, nasabah diimbau untuk mengecek kebenaran informasi melalui official channel Bank Syariah Indonesia diantaranya website resmi BSI, media sosial resmi BSI, serta kanal resmi lainnya,” imbuhnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved