Pertemuan Perbarindo DIY: BPR Harus Adaptasi Era AI dan Digitalisasi Perbankan

DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY menggelar pertemuan tahunan untuk merespons dinamika

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/IST
BAHAS INDUSTRI PERBANKAN: Para pengurus BPR/BPRS se-DIY menggelar pertemuan untuk membahas tantangan industri perbankan, Selasa (2/11/2025) 

 

Ringkasan Berita:DPD Perbarindo DIY menggelar pertemuan tahunan di Yogyakarta, membahas inovasi BPR, tantangan digitalisasi, serta adaptasi menghadapi perubahan teknologi dan regulasi

Yogyakarta Tribunjogja.com -- DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY menggelar pertemuan tahunan untuk merespons dinamika keuangan nasional.

Pertemuan berlangsung Selasa (2/12/2025) di Ballroom Royal Ambarrukmo Yogyakarta, dihadiri Ketua DPP Perbarindo Tedy Alamsyah, Ketua OJK DIY Eko Yunianto, pengelola dan pemegang saham BPR/BPRS, serta sejumlah ahli keuangan.

Ketua DPP Perbarindo, Tedy Alamsyah, menegaskan tujuan pertemuan ini adalah merespons perkembangan industri keuangan. 

“Dunia sudah berubah, sudah banyak penggunaan infrastruktur teknologi, bukan sekadar digitalisasi, sudah AI. Maka secara bisnis BPR harus beradaptasi,” ujarnya.

Menurut Tedy, prevalensi nasabah kini bergeser dari dominasi baby boomer ke generasi X, milenial, gen Z, hingga alpha. 

“Kebutuhan mereka tetap sama, yaitu funding dan lending. Namun sekarang transaksi berbasis digital, ini perlu adaptasi,” jelasnya.

Bank BPD DIY Perkuat Strategi Adaptasi dan Inovasi Hadapi Dinamika Ekonomi 2026

Tantangan Industri BPR/BPRS

Ketua DPD Perbarindo DIY, Wulfram Margono, menyampaikan pertemuan ini bertujuan menyatukan pemahaman dalam mengelola industri BPR/BPRS. 

“Di tengah tantangan industri keuangan yang tidak mudah, BPR dan BPRS dituntut bertahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional,” katanya.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menekankan pentingnya penyesuaian BPR/BPRS terhadap digitalisasi perbankan

“Mereka juga harus melakukan edukasi konsumen terkait digitalisasi, karena banyak penipuan melalui scam di dunia perbankan,” ujarnya.

Eko menambahkan, pengelola BPR/BPRS rutin mengingatkan nasabah serta memastikan keamanan data tetap terjaga. (Hda)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved