Kulon Progo Hadapi Tantangan Besar, Masalah Kemiskinan, SDM, dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi PR
Kulon Progo kini masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain masalah kemiskinan, kualitas SDM, dan pertumbuhan ekonomi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang sedang disusun Pemkab Kulon Progo akan mengacu berdasar evaluasi capaian pembangunan daerah di 2024.
Sesuai hasil evaluasi tersebut, diketahui Kulon Progo kini masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain masalah kemiskinan, kualitas SDM, dan pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Kulon Progo pun kini mulai menyiapkan RKPD 2026 dengan melaksanakan Konsultasi Publik.
Kepala Bidang Analisis Data dan Perencanaan Pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Diana Puspitasari mengatakan Konsultasi Publik merupakan salah satu tahapan penting.
"Sebab lewat Konsultasi Publik ini Rancangan Awal RKPD 2026 bisa lebih disempurnakan," jelas Diana.
Konsultasi Publik ini melibatkan unsur Pemkab Kulon Progo dan Pemda DIY. Termasuk dari kalangan akademisi hingga perwakilan dan tokoh masyarakat.
Menurut Diana, penyusunan RKPD Kulon Progo 2026 mengacu pada evaluasi capaian pembangunan daerah di 2024.
Berdasarkan evaluasi tersebut, masih ada sejumlah tantangan dalam pembangunan seperti kemiskinan, kualitas SDM, dan pertumbuhan ekonomi.
"RKPD Kulon Progo 2026 memiliki tema 'Penguatan Pondasi Pembangunan dengan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Pengembangan Industri Lokal menuju Kulon Progo Makmur dan Berkelanjutan," ujarnya.
Sesuai arahan Presiden, Diana mengatakan semua daerah ditarget untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Berbagai permasalahan yang ada pun perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
Ia berharap para peserta Konsultasi Publik mampu memberikan saran dan masukan yang membangun untuk Rancangan Awal RKPD 2026.
Saran mereka pun akan sangat bermanfaat dalam proses penyusunannya nanti.
"Harapannya para peserta juga mampu menyamakan persepsi dan memahami kebijakan pembangunan di tingkat pusat hingga daerah," kata Diana.
Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Srie Nurkyatsiwi mengingatkan seluruh jajarannya bahwa Kulon Progo harus terus berbenah. Terutama dalam memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
Ia pun meminta seluruh komponen pemangku kepentingan daerah agar serius dalam menyusun RKPD 2026. Sebab pelaksanaan program dari RKPD tersebut harus benar-benar berorientasi pada hasil.
"Seluruh komponen harus mampu menjalankan program pembangunan secara efektif, efisien, dan kolaboratif," ujar Siwi.(alx)
| Kisah Jemaah Haji Termuda Kulon Progo, Berangkat Gantikan Almarhum Ayah |
|
|---|
| Muhammad Suryo Bangun Masjid di Temon Kulon Progo untuk Kenang Mendiang Istri |
|
|---|
| Jemaah Kulon Progo Dapat Subsidi Biaya Haji dari Pemerintah Pusat Akibat Kenaikan Harga Avtur |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Lepas 384 Calon Jemaah Haji 2026, Mayoritas Kelompok Usia Lanjut |
|
|---|
| DPRD DIY Soroti Polemik Perizinan Agro Wisata Durian di Banjaroyo Kulon Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)